YouTuber Ms Rachel Bela Murid TK Berhijab usai Donald Trump Bagikan Video
Jakarta -
Bintang YouTube untuk anak-anak, Ms Rachel, angkat suara membela murid-murid taman kanak-kanak yang mengenakan hijab setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membagikan ulang video kelulusan mereka di media sosial. Sikapnya menuai perhatian karena dianggap sebagai respon terhadap unggahan Trump yang memicu perdebatan di Amerika Serikat.
Kontroversi bermula ketika Trump membagikan ulang video wisuda sebuah taman kanak-kanak di St. Paul, Minnesota, melalui Truth Social. Video itu sebelumnya diunggah akun X End Wokeness dengan narasi yang menyoroti banyaknya siswi yang mengenakan hijab saat kelulusan. Trump tidak menambahkan komentar saat membagikan ulang video tersebut, tetapi unggahan itu memicu berbagai reaksi di media sosial. Tak lama setelah itu, Ms Rachel yang memiliki nama asli Rachel Griffin Accurso mengunggah pesan dukungan melalui Instagram.
"Aku melihat beberapa dari kalian memakai hijab saat kelulusan. Aku senang kalian mengenakan sesuatu yang bermakna dan istimewa bagi kalian serta keluarga. Menurutku hijab itu indah," tulisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki budaya dan keyakinan yang berbeda. Menurutnya, ada anak yang mengenakan hijab, kippah, kalung salib, sementara ada pula yang tidak memakai simbol agama apa pun. Tanpa menyebut nama Trump, Ms Rachel juga menuliskan pesan yang dianggap sebagai sindiran terhadap pihak-pihak yang melontarkan komentar negatif.
Ms Rachel Foto: Instagram @msrachelforlitles
"Tidak ada kata-kata yang menyakitkan yang bisa mengurangi nilai dan harga diri kita. Hanya karena seseorang mengatakan sesuatu, bukan berarti itu benar," tulisnya.
Ms Rachel juga mengungkapkan bahwa selama setahun terakhir dirinya menghadiri berbagai perayaan lintas agama, mulai dari Hanukkah, Idul Fitri, hingga merayakan Paskah dan Natal bersama keluarganya. Menurutnya, keberagaman agama dan budaya merupakan hal yang patut dihargai.
Ia kemudian berpesan kepada anak-anak agar segera berbicara kepada orang dewasa yang dipercaya jika mengalami perlakuan atau komentar yang menyakitkan terkait pakaian maupun identitas mereka.
"Aku berharap kalian tahu bahwa kebaikan lebih banyak daripada rasa takut, cinta lebih kuat daripada kebencian, dan begitu banyak orang yang mendukung kalian," tulisnya.
Ini bukan pertama kalinya Ms Rachel menyuarakan pandangannya mengenai isu sosial. Sebelumnya, kreator konten edukasi anak yang memiliki lebih dari 20 juta pelanggan YouTube itu juga aktif menyuarakan isu kemanusiaan, termasuk kondisi keluarga migran dan anak-anak di Gaza.
(kik/kik)