Wine 130 Tahun Selamat dari Perang dan Masih Tersimpan Rapi di Kastel!
Jakarta -
Ratusan botol wine berusia 130 tahun ditemukan tersembunyi di bawah lantai kapel kastel tua. Diduga wine ini disembunyikan saat Perang Dunia II.
Penemuan ratusan botol wine berusia lebih dari satu abad menarik perhatian di Republik Ceko.
Sebanyak 133 botol wine yang diperkirakan berumur sekitar 130 tahun ditemukan tersembunyi di bawah lantai kapel sebuah kastel abad pertengahan. Kini wine tersebut dipamerkan kepada pengunjung setelah melalui proses restorasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koleksi wine tersebut berasal dari Kastel Bečov, sebuah benteng abad pertengahan yang dibangun pada awal abad ke-14 di wilayah barat Republik Ceko, dekat perbatasan Jerman.
Dikutip dari Reuters (18/7), seluruh botol berasal dari tahun produksi 1892 hingga 1899. Wine tersebut diyakini sengaja disembunyikan menjelang berakhirnya Perang Dunia II.
Wine 130 Tahun Selamat dari Perang dan Masih Tersimpan Rapi di Kastel Foto: Reuters
Saat itu, Kastel Bečov disita oleh pemerintah Cekoslowakia karena keluarga pemiliknya, Beaufort-Spontin, dituduh sebagai simpatisan Nazi.
Meski telah ditemukan sejak 1985, koleksi wine itu baru dipamerkan kepada publik pada Juni lalu setelah menjalani restorasi yang dilakukan oleh kilang anggur ternama asal Prancis, Château d'Yquem.
Proses pemulihannya dilakukan dengan sangat hati-hati agar kondisi botol tetap terjaga seperti saat pertama kali ditemukan.
Master gudang anggur (cellar master) Château d'Yquem, Toni El Khawand, mengatakan kondisi ruang penyimpanan menjadi alasan utama wine tersebut mampu bertahan dalam kualitas yang baik selama lebih dari satu abad.
"Wine ini mendapat manfaat dari kondisi penyimpanan yang sangat baik," ujar El Khawand.
Tim restorasi bahkan mempertahankan debu yang menempel pada permukaan botol. Foto: Reuters
Menurutnya, botol-botol tersebut disimpan di sebuah kapel bawah tanah dengan dinding yang tebal.
Ruangan itu memiliki tingkat kelembapan tinggi dan suhu yang sangat dingin sehingga menciptakan lingkungan ideal untuk menyimpan wine dalam jangka waktu panjang.
"Kelembapan dan suhunya tetap sangat stabil. Itu adalah kondisi yang sangat baik untuk menyimpan wine," jelasnya.
Tim restorasi bahkan mempertahankan debu yang menempel pada permukaan botol sebagai bagian dari nilai sejarah koleksi tersebut. Langkah ini dilakukan agar keaslian botol tetap terjaga ketika dipamerkan kepada publik.
Meski baru dipamerkan, keberadaan koleksi tersebut sebenarnya telah diketahui sejak puluhan tahun lalu.
Botol-botol wine ditemukan pada 1985 setelah seorang pengusaha asal Amerika Serikat yang bekerja untuk keluarga Beaufort-Spontin meminta izin kepada pemerintah untuk mengambil sebuah benda yang disembunyikan di kastel.
Botol-botol wine ditemukan pada 1985 Foto: Reuters
Permintaan itu mendorong pihak berwenang melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan ruang penyimpanan rahasia berisi ratusan botol wine tua.
Pada 2016, para ahli juga sempat menguji kualitas isi wine menggunakan alat Coravin, perangkat yang memungkinkan cairan di dalam botol diambil melalui jarum khusus tanpa harus membuka atau merusak sumbat gabusnya.
Dengan cara tersebut, kualitas wine dapat diperiksa tanpa mengurangi nilai sejarah maupun kondisi botol.
Penemuan makanan atau minuman berusia ratusan tahun memang tergolong langka, tetapi bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, pada awal 2026, para peneliti di Utah, Amerika Serikat, juga menggunakan perangkat Coravin untuk mengambil sampel dari sebotol minuman berusia sekitar 150 tahun yang ditemukan di bekas kota pertambangan.
Setelah diteliti lebih lanjut, minuman tersebut diperkirakan merupakan sari apel (apple cider), bukan bir seperti dugaan awal.
(raf/adr)