Viral WNI Diduga Kabur Saat Ikut Tur di Korsel, Kemlu Merespons
Jakarta -
Viralnya dugaan WNI kabur dari rombongan tur di Korea Selatan direspons pemerintah. Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) menyampaikan pendapat tentang warga negara Indonesia (WNI) bernama Femas diduga kabur dari rombongan saat berwisata di Korsel.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan telah mencermati pemberitaan oknum WNI FY yang diduga menyalahgunakan fasilitas kemudahan masuk ke Korsel, dengan meninggalkan rombongan wisata dan melanggar ketentuan keimigrasian setempat.
"Tindakan segelintir oknum yang menyalahgunakan fasilitas tersebut sangat disayangkan dan tidak mencerminkan mayoritas WNI yang melakukan perjalanan secara sah dan bertanggung jawab," kata Heni dalam pernyataan tertulis ke CNNIndonesia.com, Jumat (17/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun demikian, kepatuhan setiap WNI tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan otoritas negara mitra serta mendukung upaya pemerintah untuk terus memperluas kemudahan mobilitas bagi masyarakat Indonesia," ujar Heni.
Heni mengatakan pemerintah Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul terus mengupayakan peningkatan kemudahan mobilitas masyarakat antara Indonesia dan Korea Selatan. Hal ini termasuk melalui berbagai upaya penyederhanaan akses perjalanan yang merupakan bagian dari penguatan hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Dia juga menekankan Kemlu dan KBRI Seoul akan terus berkoordinasi dengan otoritas Korea Selatan serta mengimbau seluruh WNI agar senantiasa menaati ketentuan yang berlaku.
"Sehingga hubungan baik dan kerja sama kedua negara, termasuk di bidang mobilitas masyarakat dan pariwisata, dapat terus berkembang secara positif," ujar Heni.
Kasus WNI diduga kabur di Korsel itu menjadi sorotan usai akun @sarjanabackpacker mengunggahnya di Threads, kemudian dijadikan story di akun Instagramnya.
"Peserta tour kami kabur. Femas asal Madiun," demikian tulisan akun tersebut yang sudah discreen-capture akun lain.
Selama tur di Korsel, F disebut tak menunjukkan tanda-tanda yang mengganjal atau bahaya. Semua berjalan lancar dan seperti biasanya. Lalu suatu malam, F menyatakan ingin jalan-jalan ke Myeongdong dan sejak saat itu dia menghilang tanpa jejak.
"Beliau berkata ingin melihat-lihat sepatu di Myeongdong. Lalu menghilang. Tidak pernah kembali ke hotel. Tidak pernah menjawab telepon," kata akun tersebut.
Pihak travel sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang di Korsel, tetapi F masih belum ditemukan. Layanan tur ini juga sampai-sampai menghampiri keluarganya di Madiun, Jawa Timur. Namun, tak ada hasil.
Pemilik akun @sarjanabackpacker mengatakan insiden tersebut membuat nama travel rusak dan didenda hingga Rp125 juta.
"Kami bukan marah karena kehilangan satu peserta. Kami marah karena keputusan satu orang bisa membuat ratusan peserta berikutnya menjadi korban," tulis dia.
(fem/fem)