Trump Akhiri Gencatan Senjata dengan Iran, Tapi Masih Buka Jalur Diplomasi - Internasional Katadata.co.id
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Meski demikian, Washington menegaskan jalur diplomasi tetap terbuka dan negosiasi dengan Teheran akan terus dilanjutkan melalui pihak mediator.
Gencatan senjata berakhir kurang dari tiga pekan setelah kedua negara menyepakati nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pada pertengahan Juni 2026. Dalam pernyataannya pada Jumat (10/7) waktu setempat, Trump mengatakan kesepakatan gencatan senjata tak lagi berlaku menyusul kembali terjadinya aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir.
Namun, pemerintah AS tetap mempertahankan komunikasi dengan Iran guna mencegah konflik semakin meluas.
Sejumlah pejabat senior AS mengungkapkan, pemerintah Iran secara tertutup telah menyampaikan kepada penasihat Trump bahwa serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz awal pekan ini merupakan sebuah kesalahpahaman. Menurut mereka, serangan itu dilakukan oleh kelompok garis keras yang tak sejalan dengan upaya diplomasi dan berupaya menggagalkan proses perundingan.
Pemerintah Iran juga disebut masih ingin melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat meskipun situasi keamanan di kawasan kembali memburuk.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya telah mematuhi kesepakatan dengan Amerika Serikat. Namun, ia menuding Washington justru melanggar nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada Juni lalu.
Araghchi mengatakan Iran tetap menjalankan komitmennya, termasuk terkait program nuklir sesuai isi kesepakatan. Sebaliknya, ia menilai Amerika Serikat telah mengambil langkah yang bertentangan dengan perjanjian tersebut.
"Iran sejauh ini telah menepati janjinya, tidak seperti yang disebut AS. Menteri Keuangan yang melanggar [paragraf] 9 dari MoU," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam sebuah postingan media sosial, dikutip dari CNBC (11/7).
Ia menilai pelanggaran itu mengikuti pelanggaran dan kesalahan langkah lain oleh Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan Araghchi setelah Presiden Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan militer besar-besaran jika Iran melakukan upaya pembunuhan terhadap dirinya. Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social.
"Seribu rudal telah dikunci dan siap diluncurkan ke Republik Islam Iran, dan ribuan lainnya akan segera menyusul apabila pemerintah Iran menjalankan ancamannya," kata Trump.
Trump juga mengatakan telah menginstruksikan militer Amerika Serikat untuk menyerang sejumlah target di Iran jika terjadi upaya pembunuhan terhadap dirinya. Hal ini disampaikan menyusul klaim AS bahwa muncul seruan pembunuhan terhadap Trump saat prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Ketegangan kedua negara kembali meningkat setelah serangan terhadap tiga kapal tanker komersial di Selat Hormuz memicu serangan udara Amerika Serikat ke sejumlah target di Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan melancarkan serangan ke beberapa negara di kawasan Timur Tengah.