Tren 'Human Food' Viral di China, Makanan Praktis Mirip Pakan Anjing!
Jakarta -
Di kalangan anak muda China, kini sedang tren menyantap 'human food'. Makanan ini diracik sepraktis mungkin, tapi tampilannya malah dinilai mirip pakan hewan!
Dikutip dari South China Morning Post (11/7/2026), generasi muda di China belakangan banyak yang menganut prinsip 'tang ping' atau 'berbaring datar'. Istilah ini menggambarkan orang-orang yang melakukan hal-hal minimal untuk bertahan hidup.
Di media sosial China, terlihat anak muda banyak yang bertahan hidup dengan makan 'human food'. Meski namanya 'human' atau 'manusia', tapi makanan ini menyerupai makanan anjing dan makanan kucing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa orang membeli semua sayuran dan daging yang mereka perlukan untuk makan, memotongnya, memasaknya, dan membekukannya secara terpisah.
Bahan utama 'human food' biasanya yang terlihat pada salad, seperti paprika hijau, brokoli, jamur, jagung, daging sapi, dan udang.
Lalu ketika mereka ingin makan, sebagian kecil dari bahan tersebut diambil. Campurannya dipanaskan dalam oven microwave. Jika membutuhkan rasa tambahan, mereka cukup menambahkan garam atau bumbu lain.
Tagar 'human food' di platform media sosial China sudah ditonton lebih dari 5,4 juta kali. Beberapa pegawai kantoran terlihat menyantapnya. Mereka memilih 'human food' karena dianggap menghemat waktu dan bisa memasok energi di tengah ritme kerja yang padat.
Mereka tak perlu lagi masak selama 1 jam dan makan hanya 5 menit. Pegawai kantoran juga tidak perlu memasak makanan setiap hari jika mereka menyiapkan 'human food'. Makanan praktis ini hanya perlu disiapkan seminggu sekali.
Tren human food yang lagi viral di China malah disebut mirip pakan anjing. Foto: South China Morning Post
Langkah tersulit dalam menyiapkan 'human food' adalah membekukan bahan-bahannya. Beberapa orang mengatakan bahan-bahannya membeku menjadi gumpalan.
Ada yang menyarankan agar mereka mengaduk boks makanan beberapa kali saat bahan-bahannya mulai membeku.
Salah satu penggemar tren ini mengatakan bahwa 'human food' membuatnya berenergi tanpa merepotkan. "Saya bisa menghemat waktu memasak, dan menghabiskannya untuk hal-hal yang membutuhkan lebih banyak energi," sahut penggemar lain.
'Human food' juga disukai oleh para pencinta kebugaran karena terbuat dari sayuran dan daging beku sederhana. Hidangan ini juga minim proses dan tidak menggunakan banyak bumbu.
Beberapa orang melihat 'human food' sebagai versi makanan cepat saji yang sehat. Seorang netizen mengungkap, "Berat badan saya turun 2 kilogram setelah makan 'human food' selama 8 hari."
Namun, beberapa orang tidak menyukai ide di balik 'human food'. "Di mana letak kebahagiaan hidup jika Anda makan seperti hewan peliharaan?" kata seseorang.
Yang lain mengungkap, "Ayam yang dicairkan rasanya mengerikan. 'Human food' yang saya buat akhirnya menjadi makanan anjing."
Beberapa orang juga mempertanyakan apakah makanan manusia benar-benar bergizi. Sebab beberapa makanan justru perlu dimasak agar nutrisinya dapat terserap maksimal.
(adr/adr)