Jakarta -
Peternakan sapi Dago Dairy pamit setelah hampir dua tahun kesulitan mencari pekerja. Dua putra pemilik juga tak ingin meneruskan usaha peternakan sapi tersebut.
Dago Dairy menghadapi tantangan besar dalam menjalankan usaha peternakan sapinya. Kondisi ini akhirnya mendorong pemilik mengambil keputusan untuk menghentikan operasional.
Pihaknya mengumumkan akan berhenti beroperasi setelah hampir dua tahun menghadapi kendala kekurangan tenaga kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterbatasan Tenaga Kerja
Dago Dairy tutup karena sulit cari pekerja. Foto: Instagram/@dago_dairy
Dalam video yang dibagikan di Instagram @dago_dairy (27/9), pemilik Dago Dairy, Mark Hallet atau yang akrab di sapa Mr. Mark dan istrinya, Yanti menjelaskan bahwa mereka kesulitan mendapatkan pekerja untuk mengelola peternakan.
Kondisi tersebut membuat pekerjaan di peternakan harus ditangani dengan tenaga yang terbatas.
"Hampir dua tahun kami kekurangan karyawan. Anak muda tidak berminat untuk bekerja di peternakan," ujar Mr. Mark dalam video tersebut.
Butuh Tenaga Esktra
Keterbatasan tenaga kerja akhirnya membuat pengelola harus bekerja lebih lama untuk memastikan peternakan tetap berjalan.
Bahkan, salah satu pengelola disebut harus bekerja dalam dua shift sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk merawat sapi maupun memperbaiki kandang.
"Saya harus bekerja dua shift. Saya tidak punya waktu untuk merawat sapi dengan baik atau memperbaiki kandang," lanjutnya.
Tak Ada Penerus
Selain masalah tenaga kerja, keputusan menutup peternakan juga berkaitan dengan keberlanjutan usaha dari keluarga.
Dua putra pengelola saat ini tinggal di Australia dan disebut mencintai Indonesia, tetapi tidak memiliki keinginan untuk meneruskan usaha peternakan tersebut.
"Kedua putra kami tinggal di Australia. Mereka mencintai Indonesia, tetapi tidak ingin melanjutkan peternakan," ungkap Yanti.
Dago Dairy pun menyampaikan apresiasi kepada para pekerja dan seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan.
Ucapan terima kasih juga diberikan kepada berbagai pihak yang membantu perjalanan usaha mereka, termasuk Cafe dan Bakery, Rumah Sakep Romius dan Advent, Supermarket Yogyakarta, Supermarket Setia Budi, Rosa Arts, serta Dr. Rasep.
Guna mengonfirmasi lebih lanjut perihal tutupnya Dago Dairy, tim detikFood (27/8) sudah berusaha menghubungi pemilik. Namun yang bersangkutan menolak memberi keterangan lebih lanjut.
Mengenal Dago Dairy
Dago Dairy juga populer sebagai kawasan edukasi. Foto: detik
Dago Dairy merupakan peternakan sapi perah di kawasan Buniwangi, Lembang, Bandung Barat yang berdiri sejak sekitar 2015. Peternakan ini menghasilkan susu segar dari sapi yang dipelihara secara organik.
Selain susu segar, Dago Dairy juga dikenal memproduksi yogurt dan produk olahan susu lainnya. Susunya diproses langsung di peternakan dengan metode pasteurisasi suhu rendah untuk menjaga kualitas dan rasa.
Selama bertahun-tahun, Dago Dairy juga menjadi tempat wisata edukasi yang mengenalkan proses beternak dan produksi susu.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)