Jakarta -

Kuliner Nusantara dengan sentuhan teknik pengasapan bisa menjadi pilihan bagi pencinta makanan tradisional yang ingin merasakan pengalaman berbeda. Salah satunya di Serodja Taste of Indonesia yang kini hadir di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Restoran yang berlokasi di Jalan Dr. GSSJ Ratulangi, No.34, Menteng, Jakarta Pusat, ini mengusung resep warisan Nusantara dengan teknik pengasapan sebagai salah satu andalannya. Konsep tersebut dipadukan dengan interior bernuansa wastra Nusantara dan suasana bersantap yang hangat.

Nama Serodja merujuk pada bunga teratai yang melambangkan keindahan yang mekar dari akar budaya. Identitas ini menjadi simbol dedikasi melestarikan tradisi Indonesia sekaligus memperkenalkannya ke kancah internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direksi Manajemen Serodja, Michelle Gondowardoyo, mengatakan restoran berkapasitas sekitar 200-250 orang tersebut hadir untuk mengangkat kekayaan cita rasa daerah dalam sajian yang lebih elegan.

Serodja Menteng Hadirkan Sajian Nusantara dan Butik Wastra IndonesiaFoto: Annisa Sekar Melati

"Serodja lahir dari sebuah kekaguman akan cita rasa dan budaya Indonesia, serta kerinduan akan rasa nyaman kampung halaman. Kami ingin menunjukkan kekayaan kuliner, alam, tradisi dan budaya Indonesia mampu berdiri sejajar di tingkat internasional," ujar Michelle dalam acara Grand Opening Serodja di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Salah satu keistimewaan restoran ini terletak pada penggunaan teknik pengasapan tradisional. Fasilitas in-house smoker dihadirkan di dapur menggunakan kayu rambutan untuk menciptakan hidangan beraroma khas. Chef Emril membeberkan deretan menu asap yang dimasak perlahan atau slow cooking hingga berjam-jam.

"Karena teknik asap itu punya taste yang berbeda, rasa yang berbeda. Jadi dia biasanya kalau makanan itu sebelum nyampe di lidah, dia harumnya dulu. Nah, itu kelebihannya teknik asap," jelas Chef Emril.

Waktu pengasapan setiap menu disesuaikan dengan jenis olahan dagingnya. Menu bebek asap membutuhkan waktu sekitar enam jam, sedangkan lidah sapi diasap selama tiga jam. Adapun hidangan sei sapi memakan waktu pengasapan paling lama, yakni mencapai 12 jam penuh.

Kelezatan menu andalan ini terbukti langsung saat mencicipi hidangan Bebek Asap Serodja. Aroma asapnya tercium sangat wangi dan kaya rempah. Sensasi bersantap semakin lengkap dengan seporsi bebek asap, rendang minang, dan oseng buncis sapi asap. Kepulan asap alami dari kayu rambutan terasa meresap sempurna ke dalam setiap serat daging yang super lembut di mulut.

Serodja Menteng Hadirkan Sajian Nusantara dan Butik Wastra IndonesiaFoto: Annisa Sekar Melati

Sensasi bersantap semakin lengkap dengan seporsi nasi liwet yang gurih dan harum. Sajian kentang balado bersama potongan lidah sapi sukses menghadirkan rasa pedas nan menggugah selera. Selain itu, ada olahan daging ayam berbumbu rempah pekat serta sajian penutup pisang ijo bertabur kelapa parut.

Restoran ini juga menyediakan Sate Kambing Batibul dan Barramundi Dabu-Dabu yang wajib dicoba. Pengunjung dapat menyegarkan dahaga dengan aneka minuman berkonsep local taste. Salah satu primadonanya adalah Bir Djawa, minuman non-alkohol berbahan jamu kunyit asam dan air soda.

Elemen budaya lokal juga sangat kental terasa melalui dekorasi ruangan. Serodja tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mengapresiasi kekayaan budaya melalui kehadiran butik wastra Indonesia bernama Serodja Atelier. Studio dan butik ini menerjemahkan pesona kain-kain tradisional ke dalam desain fashion modern yang wearable, melengkapi pengalaman gaya hidup para tamu.

Kehadiran fasilitas lengkap ini siap menyambut pencinta kuliner Nusantara setiap harinya. Pengunjung dapat melakukan reservasi melalui kontak WhatsApp di 0811-9988-8899 atau mengakses akun Instagram @serodja_jkt. Tempat ini sangat ideal untuk menikmati sajian kuliner sekaligus mengapresiasi keindahan budaya Indonesia.

(anl/ega)