asiawebawards.com
  • 2026-07-10 13:32:09 +0000 UTC

    Jul 10, 2026

    Semua Fokus ke Haaland, Padahal Sang Kapten Adalah Sosok Terpenting Norwegia

    Martin Odegaard dan Erling Haaland pemain timnas Norwegia

    Nama Erling Haaland memang paling sering menghiasi pemberitaan sepanjang Piala Dunia 2026. Ketajamannya membuat Norwegia terus melaju. Namun jika melihat bagaimana tim ini bermain, ada satu sosok lain yang sama pentingnya.

    Dia adalah sang kapten, Martin Ødegaard.

    Kapten Norwegia itu menjadi pusat permainan saat negaranya mencatat sejarah dengan lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya di turnamen besar sepak bola putra.

    Dari Wonderkid hingga Pemimpin Tim

    Karier Ødegaard sudah menyita perhatian sejak usia sangat muda. Pada 2014, ketika baru berusia 15 tahun, ia sudah menjalani debut bersama tim nasional senior Norwegia.

    Sebelumnya ia berkembang di Strømsgodset sebelum direkrut Real Madrid pada 2015 dengan nilai transfer sekitar 2,7 juta poundsterling atau sekitar Rp59,4 miliar.

    Ekspektasi besar sempat menjadi beban bagi Ødegaard. Ia kemudian menjalani masa peminjaman di Heerenveen, Vitesse, Real Sociedad, hingga Arsenal.

    BACA JUGA:

    Di klub London Utara itulah kariernya berubah. Bersama Mikel Arteta, Ødegaard berkembang dari talenta muda yang kesulitan memenuhi ekspektasi menjadi kapten yang mampu memimpin tim.

    Kini, bersama Haaland, ia membawa Norwegia mencetak sejarah baru di Piala Dunia.

    Motor Serangan Sekaligus Pemimpin Saat Bertahan

    Peran Ødegaard jauh melampaui pencipta peluang.

    Di Piala Dunia 2026, ia menjadi pemain Norwegia dengan jumlah membawa bola terbanyak, yakni 104 kali. Saat ruang tertutup, ia tetap mampu mengalirkan permainan lewat distribusi bola yang akurat.

    Tak ada pemain Norwegia yang mencatat operan menuju sepertiga akhir lapangan lebih banyak darinya dengan 102 kali. Ia juga menjadi yang terbanyak dalam operan sukses di area lawan (139), umpan masuk ke kotak penalti lawan (20), hingga umpan terobosan (2).

    Kontribusinya dalam membongkar pertahanan juga menonjol. Ødegaard menghasilkan tujuh umpan yang memutus garis pertahanan lawan, terbanyak bukan hanya di skuad Norwegia, tetapi juga di seluruh peserta Piala Dunia 2026.

    Permainannya bahkan mendapat pujian dari Vinícius Júnior usai Norwegia mengalahkan Brasil 2-1.

    “Kami tidak berencana membiarkan Norwegia menguasai bola lalu menyerang balik. Mereka mengejutkan kami. Mereka bergerak sangat baik, mengontrol pertandingan seperti yang selalu dilakukan Ødegaard, dan kami kesulitan menemukan waktu yang tepat untuk menekan mereka,” ujar Vinícius.

    Dalam laga tersebut Ødegaard menyelesaikan 101 operan sukses. Hanya rekan setimnya, Sander Berge, yang mencatat lebih banyak dengan 117 operan.

    Kreator Peluang yang Terus Konsisten

    Ødegaard juga menjadi salah satu pemain paling produktif dalam menciptakan gol.

    Ia telah mengoleksi tiga assist di Piala Dunia 2026, jumlah yang sama dengan Andreas Schjelderup sebagai penyumbang assist terbanyak Norwegia.

    Saat menghadapi Pantai Gading, Ødegaard mencatat rekor sebagai pemain ketiga sejak data Piala Dunia tersedia pada 1966 yang mampu memberi assist pada tiga penampilan pertamanya di turnamen ini. Sebelumnya hanya Igor Belanov pada 1986 dan Michael Ballack pada 2002 yang mampu melakukannya.

    Ia juga menjadi pemain pertama dalam 16 tahun terakhir yang mencatat assist dalam tiga pertandingan Piala Dunia secara beruntun, menyamai pencapaian Dirk Kuijt pada 2010.

    Kapten yang Menentukan Ritme Permainan

    Kontribusi Ødegaard tidak berhenti saat Norwegia menguasai bola.

    Ia menjadi pemain dengan tekanan intensitas tinggi terbanyak di area pertahanan lawan, yakni 83 kali, serta melakukan 24 counter-press intensitas tinggi, tertinggi di skuad Norwegia.

    Pelatih Ståle Solbakken menilai peran kaptennya jauh lebih luas dibanding sekadar gelandang serang.

    “Dia tidak pernah hanya menjadi nomor 10 bersama Norwegia. Dia berpengaruh di semua fase permainan.”

    “Dia selalu bekerja paling keras, berlari paling banyak. Dia adalah bek pertama kami. Dialah yang menentukan kapan kami bertahan dengan 4-1-4-1 atau 4-4-2. Dia membaca permainan dan menentukan ritmenya.”

    Tantangan Berikutnya Inggris

    Perjalanan Norwegia berikutnya adalah menghadapi Inggris pada babak perempat final yang dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 04.00 WIB.

    Haaland memang menyelesaikan peluang, tetapi Ødegaard adalah pemain yang mengatur ritme, membuka ruang, memimpin tekanan, sekaligus menjaga keseimbangan tim.

    Jika Norwegia mampu membuat kejutan lagi, besar kemungkinan pengaruh terbesar tetap datang dari sang kapten, bukan semata dari nama besar di lini depan.

    Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di Gilabola.com.

    • TAGS
    • Martin Odegaard
    • timnas Norwegia
    2026-07-10 13:32:09 +0000 UTC