Sempat Impulsif dan Terjebak Utang, Perempuan Ini Ubah Hidupnya Lewat Kesadaran Finansial
Dwi Lindah Permatasari | Beautynesia
Minggu, 19 Jul 2026 08:00 WIB
Impulsif dan Terjebak Utang, Guru Berusia 27 Tahun Ini Ubah Hidupnya Lewat Kesadaran Finansial/Foto: cnbc.com/Tangkapan layar
Beauties, apakah kamu suka jalan-jalan ke mal untuk sekadar cuci mata? Niat awalnya memang cuci mata, tapi tiba-tiba pulang bawa tas belanja banyak karena termakan promo diskon. Tenang, kamu tidak sendirian.
Dikutip dari CNBC, Maddie Baker, guru berusia 27 tahun dari Virginia juga pernah terjebak di kebiasaan ini. Ia sampai hidup hanya dari gajinya dan pusing memikirkan utang kartu kredit. Kabar baiknya, Maddie berhasil keluar dari lingkaran ini dan sekarang hidupnya jauh lebih teratur, lho. Ia bahkan bisa menghasilkan uang lebih dari hobinya.
Penasaran bagaimana kisah lengkapnya? Yuk, kita simak!
Hanya Mengandalkan Gaji
Beauties, pernahkah kamu merasa dompet selalu tipis padahal gaji baru turun? Nah, hal inilah yang dialami Maddie Baker, guru kelas satu berusia 27 tahun dari Virginia, Amerika Serikat (AS).
Di awal kariernya, ia punya penghasilan sekitar 50 ribu USD (sekitar Rp812.643.110) per tahun, tapi hampir semuanya habis untuk kebiasaannya membeli kopi setiap hari, belanja baju baru, dan liburan mewah yang bahkan di luar kemampuan finansialnya.
Setiap kali merasa lelah atau stres di tempat kerja, Maddie langsung mampir ke toko untuk belanja. Awalnya memang bikin senang, tapi kebiasaan ini lama-kelamaan bikin keuangan jadi kacau. Tagihan kartu kreditnya menumpuk, gaji habis untuk bayar utang, dan terjebak di siklus gali lubang tutup lubang.
Puncak Stres dan Titik Baliknya

Ilustrasi/Foto: Freepik/benzoix
Tiga tahun hidup seperti itu membuat Maddie menyerah. Momen penyelamatnya datang saat ia mendapatkan uang pengembalian pajak, yang langsung dipakai untuk melunasi utang kartu kredit tanpa menyentuh gajinya. Sejak saat itu, Maddie mulai mengatur ulang keuangan dengan lebih bijak dan terencana.
Tips Anti Boros

Ilustrasi/Foto: Unslash/unseen studio
Kalau kamu juga suka belanja impulsif seperti Maddie, coba ikuti trik ini agar finansialmu lebih teratur.
Pertama, take a pause. Jika kamu melihat barang yang menarik di marketplace, jangan langsung klik checkout. Tempatkan barang di wishlist terlebih dahulu hingga 1-2 hari. Cara ini bisa membantu kita keluar dari siklus konsumtif tanpa “lapar mata”.
Kedua, prioritaskan kebutuhanmu. Pastikan kamu bisa membedakan mana yang termasuk kebutuhan dan mana yang hanya keinginanmu saja. Ketiga, cari alternatif hemat untuk beberapa kebiasaanmu. Misalnya, dari membeli kopi di kafe ganti menjadi bikin kopi sendiri di rumah.
Dari Berhemat Jadi Banyak Cuan

Ilustrasi/Foto: Freepik/senivpetro
Menariknya, banyak kebiasaan hemat Maddie yang akhirnya justru jadi hobi dan sumber penghasilan. Maddie mulai suka membuat latte sendiri, mengecat kuku di rumah, sampai meal preparation. Ia bahkan membuat konten di TikTok mengenai kehidupannya sebagai guru, dan bisa menghasilkan sampai 2 ribu USD (sekitar Rp30 jutaan) per bulan.
Sekarang, Maddie lebih sadar dalam membelanjakan uang, membangun dana darurat, dan mulai menabung untuk membeli rumah. Hidupnya jauh lebih tenang, tanpa drama utang kartu kredit.
Beauties, kalau Maddie bisa keluar dari siklus belanja impulsive, kamu juga pasti bisa, Beauties! Mulailah dari langkah kecil, kurangi kebiasaan belanja random, dan fokus pada tujuan finansial yang bikin hidup lebih aman dan nyaman.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
- Mengenal Aturan 70-20-10 yang Bisa Bantu Atur Keuangan dengan Bijak
- 7 Kebiasaan yang Membantu Uang Bertahan Sampai Akhir Bulan
- 7 Tips Mengatur Uang saat Banyak Kebutuhan Mendadak
(naq/naq)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.