Sembilan negara kerja sama dalam Indonesia Youth Summit
Sembilan negara kerja sama dalam Indonesia Youth Summit
Senin, 13 Juli 2026 16:36 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) memberikan keterangan kepada awak media seusai acara penandatanganan nota kesepahaman atau MoU tentang penyelenggaraan program Wirasena Youth Camp dan Indonesia Youth Summit tahun 2026 di Jakarta, Senin (13/7/2026). (ANTARA/Lifia Mawaddah Putri)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebutkan program pembangunan kepemudaan Indonesia Youth Summit (IYS) bekerja sama dengan sembilan negara agar generasi muda Indonesia bisa mempelajari praktik terbaik untuk kemajuan kepemudaan.
"Ada Amerika, China, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Australia, Saudi Arabia, dan lainnya," kata Erick kepada awak media setelah acara penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentang penyelenggaraan Wirasena Youth Camp dan Indonesia Sport Summit tahun 2026 di Jakarta, Senin.
IYS merupakan program pengembangan kepemimpinan yang mempertemukan pemuda dari berbagai daerah untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan merancang solusi atas isu-isu sosial, ekonomi, pendidikan, lingkungan, serta pembangunan nasional.
Program yang bertujuan utama meningkatkan kapasitas kepemimpinan generasi muda itu diikuti oleh mahasiswa, pelajar, aktivis, wirausahawan muda, dan profesional muda.
Menpora mengatakan program tersebut akan dimaksimalkan sebagai fondasi membuka pola pikir dan juga peta jalan kepemudaan dalam konteks 100 tahun Sumpah Pemuda serta keberlanjutannya.
Ia menjelaskan kerja sama dengan negara-negara lain yang pembangunan kepemudaan sudah unggul dilakukan agar Indonesia bisa melakukan perbandingan, terutama mempelajari praktik-praktik terbaik untuk bisa diterapkan dalam memajukan kepemudaan nasional.
"Insyaallah, saya juga sudah mengontak UN (United Nations), nanti kita minta juga benchmarking secara global mengenai kepemudaan kita, bagaimana posisi kita untuk memperbaharui, berinvestasi, untuk masa depan kepemudaan kita," kata Erick.
Menpora juga menegaskan program tersebut sangat penting dalam membuka jalan untuk para generasi muda sebagai calon pimpinan masa depan bangsa.
Apabila generasi muda tidak dipersiapkan, kata dia, maka akan kalah bersaing dengan bangsa-bangsa lain sehingga bisa menjadi stigma yang akan juga menurunkan persaingan Indonesia sebagai bangsa.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026