Jakarta -
Studi terbaru mengungkap kaitan konsumsi kopi dengan risiko sirosis, kanker hati, dan kematian akibat penyakit hati yang lebih rendah. Ini kata peneliti!
Kopi tak hanya dikenal sebagai minuman untuk mengusir kantuk. Di balik rasanya yang khas, minuman ini juga kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat bagi tubuh.
Salah satu yang menarik perhatian adalah kaitannya dengan kesehatan hati. Studi terbaru pun mencoba melihat lebih jauh hubungan antara kebiasaan minum kopi dan kondisi organ tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Cedars-sinai.org (1/7) berikut faktanya.
1. Minum Kopi Dikaitkan dengan Hati Lebih Sehat
Kopi hitam. Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanilouise
Studi Cedars-Sinai menemukan kaitan antara konsumsi kopi dan risiko penyakit hati yang lebih rendah. Penelitian ini melibatkan 354.957 orang dari UK Biobank.
Peserta tidak memiliki sirosis atau kanker hati saat penelitian dimulai. Mereka kemudian dipantau selama median 13 tahun melalui catatan kesehatan.
Hasilnya menunjukkan, semakin banyak kopi yang dikonsumsi, risiko beberapa masalah hati cenderung lebih rendah. Namun, penelitian ini bersifat observasional sehingga belum membuktikan kopi secara langsung mencegah penyakit hati.
2. Risiko Sirosis hingga Kanker Hati Lebih Rendah
Dibandingkan orang yang tidak minum kopi, peserta yang minum lima cangkir atau lebih per hari memiliki risiko sirosis 32% lebih rendah. Risiko kanker hati juga 47% lebih rendah.
Kelompok yang sama memiliki risiko kematian akibat penyakit hati 42% lebih rendah. Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya mengenai kaitan kopi dengan kesehatan hati.
"Penelitian sebelumnya menunjukkan kopi mungkin bermanfaat bagi hati, tetapi kebanyakan berskala lebih kecil," ujar Hyunseok Kim, peneliti Cedars-Sinai.
3. Terlihat dari Pemindaian MRI dan Protein Darah
Kopi hitam. Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanilouise
Peneliti juga menggunakan pemindaian MRI hati untuk melihat kondisi organ tersebut. Hasilnya, peminum kopi memiliki kadar lemak, zat besi, fibrosis, dan peradangan hati yang lebih rendah.
Analisis darah juga menunjukkan perubahan pada sejumlah protein. Peminum kopi memiliki lebih banyak protein yang berkaitan dengan fungsi hati sehat dan lebih sedikit protein terkait jaringan parut.
Temuan tersebut membantu peneliti memahami kemungkinan mekanisme biologis di balik kaitan kopi dan kesehatan hati. Penelitian ini menjadi salah satu studi kopi dan hati yang cukup komprehensif.
4. Konsumsi 1-2 Cangkir Kopi
Manfaat terhadap kesehatan hati sudah terlihat pada orang yang minum sekitar satu hingga dua cangkir kopi per hari. Efeknya disebut tampak paling kuat pada konsumsi sekitar tiga hingga empat cangkir.
Meski kelompok yang minum lima cangkir atau lebih menunjukkan manfaat, peneliti tidak menyarankan menambah konsumsi hingga sebanyak itu. Kopi juga bukan alasan untuk mulai minum jika seseorang sebelumnya tidak mengonsumsinya.
Menariknya, kaitan serupa terlihat pada kopi berkafein dan tanpa kafein. Hal ini menunjukkan kafein kemungkinan bukan satu-satunya komponen kopi yang berperan.
5. Kopi Bukan Pengganti Gaya Hidup Sehat
Ilustrasi minum kopi hitam Foto: Getty Images/Deagreez
Peneliti menekankan bahwa kopi sebaiknya menjadi bagian dari pola hidup sehat, bukan pengganti upaya mencegah penyakit hati. Menjaga berat badan, berolahraga, dan membatasi alkohol tetap penting.
Mengontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol juga menjadi bagian dari pencegahan. "Kami mendukung konsumsi kopi dalam jumlah sedang bagi orang yang sudah terbiasa dan dapat mentoleransinya," ujar Ju Dong Yang.
Namun, tidak semua orang cocok dengan kafein, terutama penderita kondisi tertentu. Orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, gangguan irama jantung, kecemasan berat, atau insomnia sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)