asiawebawards.com
  • 2026-07-16 22:10:00 +0000 UTC

    Jul 16, 2026

    Prabowo Bantah Rakyat Indonesia Malas, Singgung Nelayan yang Bertaruh Nyawa

    Bagikan:

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menolak anggapan yang menyebut rakyat Indonesia malas, lemah, dan hanya gemar bersantai. Ia mengatakan pandangan tersebut mengabaikan kenyataan bahwa jutaan orang bekerja keras sejak sebelum matahari terbit.

    Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan dimulainya pembangunan Proyek LNG Abadi Masela secara daring dari Jakarta, Kamis, 16 Juli.

    “Ada pihak-pihak yang selalu memandang rendah bangsa Indonesia, yang selalu menganggap remeh bangsa Indonesia,” kata Prabowo.

    Menurut Presiden, keramahan masyarakat Indonesia kerap disalahartikan sebagai kelemahan. Kebiasaan menghindari panas terik juga dianggap sebagai tanda kemalasan.

    “Kita dibilang bangsa yang santai. Kita dibilang bangsa yang malas. Bahwa rakyat Indonesia, para pribuminya, hobinya tidur,” ujarnya.

    BACA JUGA:


    Prabowo mengatakan anggapan tersebut tidak sesuai dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Nelayan melaut dalam gelap dan mempertaruhkan nyawa untuk mencari ikan. Petani, pekerja kebun, serta warga di pedalaman juga mulai bekerja sejak pagi buta.

    “Rakyat kita berjuang keras dari hari ke hari untuk mencari kehidupan yang layak,” katanya.

    Ia menyebut banyak masyarakat berangkat ke sawah, ladang, mencari air, kayu, berburu, atau melaut ketika hari masih gelap. Sebagian baru pulang setelah matahari tenggelam.

    Prabowo mengatakan kebiasaan beristirahat saat matahari terik merupakan cara masyarakat menyesuaikan diri dengan iklim panas, bukan bukti bahwa mereka enggan bekerja.

    Pernyataan tersebut muncul ketika Prabowo membahas hubungan Indonesia dengan mitra dan investor asing dalam Proyek LNG Abadi Masela.

    Ia mengatakan Indonesia terbuka terhadap kerja sama yang saling menguntungkan. Namun, sikap ramah tidak boleh membuat pihak lain menganggap bangsa Indonesia mudah ditekan atau diremehkan.

    “Indonesia sekarang sudah dewasa. Pemimpin-pemimpin Indonesia bukan pemimpin yang bodoh, bukan pemimpin yang naif, bukan pemimpin yang penakut,” kata Prabowo.

    Proyek Masela melibatkan INPEX dari Jepang, Petronas dari Malaysia, dan Pertamina. Prabowo meminta proyek tersebut memberi keuntungan bagi investor sekaligus manfaat nyata bagi rakyat.

    Add VOI as a Preferred Source

    Follow VOI news updates across Google.

    +

    2026-07-16 22:10:00 +0000 UTC