asiawebawards.com
  • 2026-07-12 01:14:20 +0000 UTC

    Jul 12, 2026

    Posisi Penting Gastronomi dan Kuliner Indonesia untuk Tarik Wisatawan

    Jakarta -

    Industri gastronomi dan wisata kuliner dinilai memiliki posisi penting untuk menarik pengunjung dari luar negeri.

    Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menekankan pentingnya posisi gastronomi yang strategis bagi pengembangan sektor pariwisata di Indonesia.

    "Saya mengajak para pelaku industri pariwisata untuk terus berkolaborasi. Kita tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat," kata Ni Luh seperti dikutip dari Antara, Minggu (12/7/2026).

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ni Luh mengatakan gastronomi tidak hanya diartikan sebagai bagian dari pengalaman wisatawan, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

    Maka dari itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam merumuskan dan menjalankan program yang mampu meningkatkan kualitas industri kuliner nasional.

    Salah satunya dengan penyelenggaraan pameran industri Food & Beverage (F&B) dan gaya hidup, Cafe Brasserie Expo (CBE) yang akan digelar 9-11 Oktober mendatang di Hall 5, NICE PIK 2.

    CBE akan dilaksanakan secara serentak bersama dengan Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) Business Show dan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE). Dalam pameran ini, pelaku bisnis foodservice yang ingin berkembang lewat sistem waralaba akan saling terhubung dengan segmen corporate buyers dari industri travel dan outing.

    Pameran ini juga akan menonjolkan pilar-pilar industri kuliner modern, mulai dari komoditas kopi, teh, cokelat, wine, hingga inovasi experiential dining yang tengah digemari masyarakat dan juga wisatawan.

    Acara ini dirancang untuk mendorong deal generation secara instan melalui program B2B Matchmaking yang terkurasi. Selain itu, pameran ini juga berfungsi sebagai ruang belajar bersama melalui rangkaian workshop, talkshow industri, serta demonstrasi craftsmanship yang dipandu langsung oleh para ahli di bidangnya.

    CBE 2026CBE 2026 Foto: (dok. Istimewa)

    "Kolaborasi tiga pameran ini bertindak sebagai sebuah Networking Bowl. Platform ini tidak hanya memperluas jaringan pasar baru bagi pelaku usaha, tetapi juga mempermudah penetrasi bisnis ke kawasan strategis yang sedang berkembang seperti PIK 2," kata Marzuki Herry, project manager pameran.

    Dwiki Cahyadi, Sekretaris Jenderal Asosiasi Kopi Indonesia, menambahkan CBE 2026 menjadi momentum krusial bagi para pelaku industri kopi untuk naik kelas. Kehadiran ruang kolaborasi di sini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem kedai kopi modern, sekaligus memperluas jaringan kemitraan demi menjawab tantangan pasar global yang makin kompetitif.

    Gelaran CBE sebelumnya yang berlangsung pada 7-10 Mei sukses menghadirkan 45.910 pengunjung, serta menghadirkan 100 brand exhibitor terkemuka. Keberhasilan ini menjadi landasan untuk menghadirkan ruang inspiratif yang adaptif dalam merespons tren pasar kuliner yang dinamis.

    (wsw/wsw)

    2026-07-12 01:14:20 +0000 UTC