Polres Sumedang selidiki tembok longsor tewaskan pekerja di Jatinangor - ANTARA News Jawa Barat
Sumedang (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Sumedang, Jawa Barat, tengah menyelidiki dugaan kelalaian kerja terkait longsornya Tembok Penahan Tebing (TPT) pada proyek pembangunan rumah kos di Kecamatan Jatinangor yang menyebabkan seorang pekerja meninggal dunia.
Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansah di Sumedang, Jumat, mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kecelakaan kerja tersebut, termasuk standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan pembangunan.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi bersama pemerintah setempat untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut sudah sesuai dengan SOP yang berlaku atau belum," katanya.
Ia mengatakan pihaknya juga akan memanggil sejumlah pihak yang berkaitan dengan pekerjaan pembangunan rumah kos tersebut, termasuk mandor dan pemilik bangunan, untuk dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan.
"Kami juga akan memanggil sejumlah pihak yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut, termasuk mandor dan pemilik rumah kos, untuk dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan dan mengetahui secara utuh kronologi kejadian," ujarnya.
Sebelumnya, Kapolsek Jatinangor Kompol Rogers Thomas mengatakan seorang pekerja berhasil dievakuasi oleh tim gabungan setelah tertimbun material longsoran TPT proyek rumah kos selama sekitar satu setengah jam dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter.
"Korban tertimbun ditemukan kurang lebih satu jam sampai satu setengah jam dari proses evakuasi dilakukan dengan kedalaman kurang lebih 50 sentimeter," katanya.
Ia menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WIB saat para pekerja melakukan persiapan pengerjaan fondasi bangunan rumah kos sebelum melaksanakan ibadah shalat Jumat.
Menurut Rogers, longsoran diduga berasal dari getaran aktivitas penggalian yang menyebabkan fondasi gantung di bagian atas roboh dan menimpa dua pekerja. Satu pekerja berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka di bagian bahu dan pelipis, sedangkan satu pekerja lainnya meninggal dunia karena tidak sempat keluar dari area galian.
"Yang meninggal dunia masih memperbaiki tali sepatu atau masih memakai sepatu, jadi tidak sempat menyelamatkan diri," ujarnya.
Rogers menambahkan kepolisian bersama pemerintah desa telah menghentikan sementara aktivitas pembangunan di lokasi kejadian, memasang garis polisi, serta mengimbau pihak terkait meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat potensi longsor susulan.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.