Pendataan sensus ekonomi di Ponorogo capai 54,93 persen - ANTARA News Jawa Timur
Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mencatat pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 telah mencapai 54,93 persen hingga pertengahan Juli atau melampaui target berjalan sebesar 42,90 persen.
Kepala BPS Kabupaten Ponorogo Evy Trisusanti di Ponorogo, Jumat, mengatakan, sebanyak 254.078 objek sensus berhasil didata dari total sasaran 939.158 objek yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten tersebut.
"Capaian pendataan saat ini sudah melampaui target. Kami optimistis seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai jadwal pada 31 Agustus 2026," katanya.
Ia mengatakan BPS mengerahkan 1.319 petugas sensus untuk melakukan pendataan secara door to door di 7.678 rukun tetangga (RT) yang tersebar di 21 kecamatan.
Setiap petugas ditargetkan menyelesaikan rata-rata 12 objek pendataan setiap hari, baik rumah tangga maupun unit usaha pertanian dan nonpertanian.
Meski realisasi pendataan berjalan sesuai rencana, BPS masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya penolakan sebagian warga saat didatangi petugas serta beredarnya informasi keliru mengenai pelaksanaan sensus ekonomi di media sosial.
"Kami terus memberikan motivasi kepada petugas karena tantangan di lapangan cukup berat. Di sisi lain mereka juga harus disiplin memenuhi target pendataan setiap hari," ujarnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, BPS melibatkan ketua RT dan tokoh masyarakat guna memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya sensus ekonomi.
Evy memastikan seluruh data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menambahkan seluruh petugas sensus telah dibekali kartu identitas, rompi, dan surat tugas resmi sehingga masyarakat dapat mengenali petugas yang melakukan pendataan.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.