Pemprov Papua Tengah ekspor perdana 42 ton ikan bawal ke Malaysia
Pemprov Papua Tengah ekspor perdana 42 ton ikan bawal ke Malaysia
Jumat, 17 Juli 2026 17:39 WIB
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa secara simbolis melepaskan ekspor perdana ikan Bawal dari Pelabuhan PPI Pomako Kabupaten Mimika, Selasa (30/6/2026).ANTARA/Marselinus Nara
Timika (ANTARA) - Papua Tengah mencatatkan ekspor perdana 42 ton ikan bawal ke Malaysia melalui Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomoka, Distrik Mimika Timur Kabupaten Mimika.
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa di Timika, Selasa mengatakan ekspor perdana ini merupakan tonggak penting pembangunan ekonomi Papua Tengah khususnya di bidang kelautan dan perikanan di wilayah itu.
"Hari ini bukti kerja keras para nelayan telah menembus pasar internasional, hari ini momentum ketika hasil laut Papua Tengah tidak lagi berhenti di pelabuhan tetapi berlayar menuju pasar dunia dengan membawa nama baik daerah, bangsa dan seluruh masyarakat Papua Tengah,"ujarnya.
Ikan yang diekspor tersebut merupakan hasil tangkapan nelayan lokal yang ada di Mimika.
"Saya memberikan dukungan kepada nelayan 10 unit kapal tangkap lengkap dengan mesin. Nanti kalau sudah berhasil kami akan tambah lagi," ujarnya.
Ia mengatakan potensi perikanan di Papua Tengah sangat besar sehingga harus di kembangan secara optimal. Keberhasilan melaksanakan ekspor ini merupakan kerjasama seluruh pihak mulai dari pemerintah baik itu di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten serta didukung oleh sektor swasta lainnya seperti koperasi usaha perikanan, pengusaha perikanan dan juga nelayan .
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen meningkatkan kualitas pelabuhan perikanan , memperluas akses ekspor, memperkuat sertifikasi mutu, meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta memastikan keterlibatan masyarakat adat dan orang asli Papua (OAP) dalam seluruh rantai nilai industri perikanan.
"Kami ingin memastikan bahwa laut Papua Tengah bukan hanya penghasil kan, laut papua tengah harus menghasilkan kesejahteraan, lapangan kerja, kebanggaan dan menghasilkan masa depan yang lebih baik bagi generasi Papua Tengah," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa momentum hari ini mengajarkan bahwa kerja sama yang dibangun secara kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan akan berjalan dengan optimal.
"Hari ini kami mengirim tiga kontainer besok harus mengirim puluhan kontainer, hari ini kami membuka satu pasar besok kami harus membuka lebih banyak pasar dunia. Hari ini kami memulai sejarah baru besok kami harus melanjutkan sejarah itu dengan kerja keras dan komitmen yang lebih besar," ujarnya.
Pj Sekretaris Daerah Mimika Abraham Kateyau mengatakan Pemerintah Mimika berkomitmen mendukung penuh pengembangan sektor perikanan melalui pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan SDM, penguatan kelembagaan nelayan dan koperasi yang kondusif sehingga sehingga sektor perikanan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kami berharap kegiatan ekspor perdana ini menjadi awal kegiatan ekspor yang berkelanjutan sehingga semakin banyak produk unggulan Papua Tengah yang mampu menembus pasar dunia dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pendapatan masyarakat di daerah," ujarnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah Dr Karlos Matuan mengatakan ekspor perdana 42 ton ikan Bawal ke Malaysia dikemas dalam tiga kontainer yang dikirim oleh Koperasi Sukses Sejahtera Papua
"Koperasi ini yang menampung hasil tangkapan masyarakat (nelayan lokal) lalu bekerjasama dengan pengusaha yang mempunyai cold storage (gudang beku) untuk menyimpan hasilnya lalu hari ini dia kirim," ujarnya. Ikan-ikan yang di ekspor ini merupakan hasil tangkapan nelayan lokal Timika dari Kampung Akar, Kampung Kipia dan Kampung Pronggo Distrik Mimika Barat Tengah.
Ia mengatakan wilayah Papua Tengah memiliki potensi perikanan yang sangat besar terutama di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika. Saat ini jumlah nelayan tangkap di Papua Tengah mencapai 25 ribu nelayan yang terbagi di dua wilayah yakni Nabire sebanyak 15 ribu nelayan dan Mimika berjumlah 10 ribu nelayan.
"Ini perdana, kami rencana ke depan akan melakukan ekspor lagi. Selama ini ikan yang dikirim ke luar itu izin ekspor nya dari Surabaya, sekarang tidak, kami minta izin ekspor nya di keluarkan di Nabire atau di Timika. Pengiriman kali ini izin ekspo nya di keluarkan langsung dari sini. Semua yang dikirim itu boxnya harus label Provinsi Papua Tengah dengan demikian orang di negara mana saja mereka tahu bahwa ini ikan dari Papua Tengah," ujarnya.
Ia mengatakan akan mengawal proses pengirim perdana mulai dari Mimika menuju Surabaya dan selanjutnya dari Surabaya menuju Malaysia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Papua Tengah ekspor perdana 42 ton ikan bawal ke Malaysia
Pewarta : Marselinus Nara
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026