Pemkot Bengkulu siagakan personel Damkar 24 jam antisipasi bencana - ANTARA News Bengkulu
Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu menyiagakan personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) 24 jam guna mengantisipasi terjadinya bencana dan gangguan lingkungan.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Damkar Kota Bengkulu untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi darurat.
"Kami memastikan bahwa seluruh personel Damkar Kota Bengkulu selalu dalam kondisi siap siaga untuk membantu masyarakat. Tugas kami tidak lagi sebatas memadamkan api, melainkan mencakup segala aspek penyelamatan demi kemanusiaan dan keamanan warga," kata Kepala Dinas Damkar Kota Bengkulu Yuliansyah di Bengkulu, Senin.
Ia menyebut petugas Damkar tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga dapat mengatasi berbagai bentuk gangguan lingkungan dan aksi penyelamatan (rescue) lainnya demi menjamin rasa aman warga.
Sebab, tugas pokok dan fungsi Damkar Kota Bengkulu telah mengalami perluasan yang signifikan. Tantangan di lapangan penugasan kota semakin beragam, mulai dari faktor alam hingga laporan gangguan hewan liar.
Selain itu, Dinas Damkar Kota Bengkulu juga menerima berbagai laporan dari masyarakat, seperti ancaman kebakaran pemukiman atau lahan, menangani evakuasi banjir, mengamankan hewan liar yang masuk ke wilayah padat penduduk, hingga memusnahkan sarang serangga berbahaya.
"Mulai dari permasalahan kebakaran, penanganan ular yang masuk ke dalam rumah warga, membantu evakuasi saat terjadi musibah banjir, hingga memusnahkan sarang tawon di dalam rumah yang mengancam keselamatan keluarga, semuanya siap kami tangani," ujar dia.
Oleh karena itu, bagi masyarakat Kota Bengkulu yang membutuhkan bantuan dari petugas Damkar agar dapat menghubungi nomor layanan darurat Pemkot Bengkulu, layanan panggilan 112 (bebas pulsa) atau layanan Damkar jika mendapati situasi yang membahayakan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Selain itu, dapat menghubungi nomor (0736)5523003 dan 081273293302 untuk layanan pesan singkat atau WhatsApp, serta selalu memastikan instalasi listrik serta kompor di rumah dalam kondisi aman guna meminimalisasi risiko kebakaran, terutama saat rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong.
Yuliansyah menegaskan bahwa kejadian darurat non-kebakaran ini tetap direspons dengan cepat dan profesional tanpa dipungut biaya apapun.
Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.