asiawebawards.com
  • 2026-07-13 09:31:26 +0000 UTC

    Jul 13, 2026

    Pemkab Sleman gelar upacara adat kamasan pusaka Tombak Kyai Turunsih

    Pemkab Sleman gelar upacara adat kamasan pusaka Tombak Kyai Turunsih

    Senin, 13 Juli 2026 16:31 WIB

    Image Print

    Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat mengikuti prosesi upacara adat Jamasan Pusaka Tombak Kyai Turunsih di Pendopo Parasamya, Kabupaten Sleman, Senin (13/7/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokopim Setda Sleman

    Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menggelar upacara adat "jamasan pusaka Tombak Kyai Turunsih" yang merupakan pusaka pemerintah daerah setempat pemberian dari Sri Sultan Hamengku Buwono X Senin.

    Prosesi sakral yang dilaksanakan di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman ini bertujuan untuk membersihkan, menyucikan, dan merawat pusaka milik Pemkab Sleman oleh Abdi Dalem Keraton Yogyakarta.

    Jamasan pusaka Tombak Kyai Turunsih rutin diadakan tiap Bulan Suro dalam kalender Jawa, atau bulan Muharam dalam kalender Islam.

    Tombak tersebut merupakan pusaka resmi milik Pemkab Sleman yang diberikan langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai petenger atau hadiah pada peringatan Hari Jadi ke-83 Kabupaten Sleman, pada 15 Mei 1999.

    Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa serta jajaran pejabat terkait di Pemkab Sleman turut hadir pada acara tersebut.

    Danang menyebut upacara jamasan ini merupakan bentuk pelestarian warisan budaya takbenda sekaligus upaya merawat benda pusaka yang memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Sleman. Pusaka Tombak Kyai Turunsih ini juga melambangkan berkah dan pengayoman bagi masyarakat Sleman.

    "Terima kasih kepada para abdi dalem, dan semua pihak, yang telah membantu dalam pelaksanaan jamasan pusaka ini. Semoga kita selalu diberikan kesehatan, dan diberikan kelancaran dalam menjalankan ketugasan kita dalam rangka menyejahterakan warga masyarakat kabupaten Sleman," katanya.

    Nama "Turunsih" memiliki arti turunnya rasa kasih sayang, atau simbol "welas asih" di Kabupaten Sleman. Hal ini bisa dimaknai baik oleh pemimpin serta masyarakat agar memiliki jiwa mencintai sesama dan mengedepankan nilai "welas asih" (kasih sayang).

    Adapun pamor yang dimiliki pusaka ini ialah Beras Wutah, Pamor Beras Wutah juga bermakna bahwa Kabupaten Sleman sebagai lumbung berasnya Provinsi Daerah Instimewa (DIY) Yogyakarta yang harus senantiasa dijaga nilai–nilai agrarisnya.

    Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
    Editor: Nur Istibsaroh
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    2026-07-13 09:31:26 +0000 UTC