Pelindo Marine dorong taruna pelayaran disiplin terapkan K3 - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), mendorong kadet atau taruna pelayaran untuk disiplin menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk mencegah kecelakaan kerja selama di kapal.
"Pelaut merupakan garda terdepan operasional logistik dan keselamatan pelayaran. Kami terbuka untuk memfasilitasi proses belajar adik-adik kadet sehingga bisa mencapai cita-citanya sebagai pelaut yang baik dan andal," kata Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Pelindo Marine Service Lia Indi Agustiana dalam keterangan di Surabaya, Jatim, Senin.
Untuk mendukung penerapan K3, Pelindo Marine menyelenggarakan pembekalan yang merupakan bagian dari program praktik laut kepada calon pelaut untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di atas Kapal Tunda dan Kapal Pandu yang beroperasi di 55 wilayah kerja Pelindo Marine mulai dari Malahayati hingga Merauke.
Pembekalan ini bertujuan untuk memastikan para kadet memahami aspek keselamatan kerja (safety), budaya kerja, serta standar operasional sebelum ditempatkan di atas kapal.
Dalam satu tahun terakhir, Pelindo Marine telah menerima dan meluluskan 195 kadet dari puluhan sekolah kemaritiman di seluruh Indonesia
Sementara itu, Manajer Sistem Manajemen dan K3L PT Pelindo Marine Service Dhani Wijaya Sakti menuturkan ada beragam potensi bahaya di atas kapal sehingga penting untuk menerapkan kedisiplinan prosedur dan kesadaran K3 demi mencegah kecelakaan kerja.
Selain itu, Dhani juga mendorong partisipasi aktif kadet dalam kegiatan safety drill untuk melatih keandalan penanganan risiko.
“Alat Pelindung Diri (APD) wajib dikenakan sesuai aturan keselamatan. Jangan lupa dengan risiko terpotong, terbakar, dan tertusuk.” ujarnya.
Dukungan atas pembelajaran kadet salah satunya dilaksanakan di kapal tunda Pelindo Marine yakni KT. BIMA 315 yang beroperasi di Tanjung Perak, Surabaya.
Nakhoda KT. BIMA 315 Galuh Putranto memastikan kru kapal secara aktif mendukung proses pembelajaran kadet dengan pengaturan waktu dan kompetensi sesuai formasi kru.
“Kami memperkenalkan budaya kerja, peralatan navigasi, hingga permesinan kapal sehingga kadet memiliki wawasan tentang operasional secara menyeluruh, mengisi gap antara pelajaran di sekolah dan praktik di lapangan” kata Galuh.
Arga, kadet dari SMK Negeri 1 Tarano di Sumbawa, membagikan pengalamannya selama menjadi kadet bersama kru kapal tunda KT. BIMA 315.
Ia mengaku salah satu pengalaman yang berkesan adalah ketika dirinya hampir terpeleset karena terlalu bersemangat kemudian ditegur oleh kru supaya lebih sadar akan lingkungan dan potensi bahaya agar saat bekerja tetap selamat.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.