Jakarta -

Cakram rem motor MotoGP bekerja dalam kondisi ekstrem. Setelah dipakai mengerem sepanjang balapan, suhunya mencapai ratusan derajat Celsius. Bahkan, di sirkuit tertentu, bisa menembus 1.000 derajat Celsius.

MotoGP menggunakan cakram berbahan karbon. Menurut data Brembo, suhu kerja ideal cakram karbon MotoGP berada di kisaran 250-850 derajat Celsius. Dalam kondisi tertentu, temperaturnya bisa mencapai 1.000 derajat Celsius.

Sementara itu, MotoGP menyebut temperatur cakram depan selama balapan umumnya berada di rentang 600 derajat Celsius hingga lebih dari 1.000 derajat Celsius. Temperatur ekstrem itu biasa ditemukan di sirkuit dengan banyak pengereman keras seperti Spielberg, Motegi, dan Buriram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rem Cakram MotoGP.Rem Cakram MotoGP. Foto: Doc. Brembo

Sebagai gambaran, di Mugello, Italia, temperatur cakram karbon bisa mencapai 740 derajat Celsius saat melewati titik pengereman terberat. Motor harus mengurangi kecepatan dari sekitar 337 km/jam menjadi 94 km/jam dalam 5,4 detik.

Di Barcelona, temperatur cakram bahkan bisa mencapai 780 derajat Celsius. Pada tikungan pertama, motor MotoGP mengerem dari 341 km/jam menjadi 101 km/jam dalam 4,9 detik.

Kenapa Bisa Sepanas Itu?

Temperatur tinggi tersebut berasal dari energi kinetik yang harus diubah menjadi panas ketika pebalap mengerem dari kecepatan sangat tinggi.

Karbon dipilih karena mampu bekerja pada temperatur tinggi dan tahan beban pengereman berulang. Material ini juga tetap memberikan performa pengereman yang konsisten ketika temperatur meningkat.

Rem Cakram MotoGP.Rem Cakram MotoGP. Foto: Doc. Brembo

Menurut penjelasan Juan Martínez, mantan technical chief MotoGP, panas dari gesekan antara kampas dan cakram akan merambat ke komponen sistem pengereman. Karena itu, pendinginan menjadi salah satu perhatian penting dalam pengembangan rem MotoGP.

Namun, cakram karbon juga tak boleh terlalu dingin. Brembo menyebut, cakram membutuhkan temperatur sekitar 250 derajat Celsius untuk masuk ke rentang kerja yang efektif. Di bawah temperatur tersebut, performa pengereman dapat menurun.

Itulah mengapa, motor MotoGP menggunakan penutup cakram atau brake duct pada kondisi tertentu.

Perangkat tersebut membantu menjaga temperatur rem agar tetap berada di rentang kerja yang sesuai, terutama ketika suhu lingkungan rendah atau saat motor berada di lintasan yang minim pengereman.

(sfn/rgr)