asiawebawards.com
  • 2026-07-14 04:43:00 +0000 UTC

    Jul 14, 2026

    PAN Respons Pernyataan Prabowo soal Pemimpin Pengkhianat: Jangan Ribut Kalau Kalah

    Selasa, 14 Juli 2026, 11:43 WIB

    Warta Ekonomi, Jakarta -

    Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pemimpin yang menghasut kerusuhan sebagai pengkhianat. Menurut Saleh, pesan tersebut merupakan ajakan untuk membangun suasana politik yang damai dan kondusif.

    Saleh mengatakan kontestasi politik seharusnya tidak berlanjut menjadi konflik setelah pemilu selesai. Ia menilai semua pihak perlu menerima hasil kompetisi politik dengan lapang dada.

    "Pesannya jelas. Kalau kemarin kalah, tidak perlu mengajak orang lain untuk ribut. Santai saja. Kalau nanti pas waktunya, silahkan ikut lagi," kata Saleh kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

    Ia mengingatkan Prabowo sendiri pernah mengalami kekalahan dalam beberapa pemilihan presiden. Namun, menurutnya, Prabowo tetap melanjutkan perjuangan politik hingga akhirnya terpilih menjadi presiden.

    "Presiden Prabowo di banyak kesempatan sudah berulang kali menceritakan perjalanan karir politiknya. Walau beberapa kali kalah, langkahnya tidak pernah surut. Terus maju hingga akhirnya berhasil," tambahnya.

    Saleh menilai kondisi politik nasional saat ini berjalan cukup baik. Menurut dia, berbagai dinamika di bidang politik, ekonomi, maupun penegakan hukum sebaiknya dihadapi dengan kepala dingin.

    "Ada masanya berkompetisi, ada masanya kerja sama. Kalau sekarang, masanya kerja sama. Yang dulu berseberangan waktu pemilu, sekarang malah boleh saling bahu-membahu dalam pembangunan," ujarnya.

    Ia juga mengaku tidak menangkap siapa sosok yang dimaksud Prabowo saat menyebut istilah "pemimpin pengkhianat". Karena itu, Saleh mengajak publik tidak menafsirkan pernyataan tersebut secara berlebihan.

    "Anggap damai aja. Tidak perlu tafsir terlalu lebar. Apalagi maksud presiden itu hanya mengajak agar semua ikut terlibat dan berpartisipasi," tegasnya.

    Baca Juga: Prabowo: Saya Baru Sadar Betapa Kayanya Indonesia, tapi Dicuri

    Sebelumnya, Prabowo menegaskan perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, ia mengkritik pihak yang mengajak masyarakat melakukan tindakan anarkistis setelah mengalami kekalahan politik.

    "Siapa yang menang, monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

    Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

    Penulis: Christian Andy
    Editor: Christian Andy

    2026-07-14 04:43:00 +0000 UTC