asiawebawards.com
  • 2026-07-18 01:00:00 +0000 UTC

    Jul 18, 2026

    Muktamar ke-35 NU Siap Digelar Akhir Agustus, Bahas Roadmap 25 Tahun hingga Transformasi Digital Organisasi

    AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan diselenggarakan pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut akan membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan arah pengembangan NU, penguatan kelembagaan, serta kontribusi organisasi bagi bangsa dan kemanusiaan.

    Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan salah satu materi utama yang akan dibahas dalam muktamar adalah penyusunan roadmap Nahdlatul Ulama untuk 25 tahun ke depan sebagai arah kebijakan jangka panjang organisasi.

    "Kita akan mengajukan usulan untuk membahas roadmap 25 tahun NU ke depan, termasuk pembahasan mengenai nilai-nilai keulamaan sebagai bagian dari agenda transformasi pesantren yang akan dijalankan secara sistematis," ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

    Baca Juga: Gus Ipul Dukung Cak Imin soal Pergantian Pimpinan NU yang Baru pada Muktamar ke-35 di Tambakberas Jombang

    Selain roadmap organisasi, Muktamar ke-35 juga akan membahas penguatan sistem kaderisasi, pengembangan manajemen digital, serta berbagai inisiatif pemberdayaan ekonomi warga Nahdlatul Ulama. Menurut Gus Yahya, agenda-agenda tersebut disusun sebagai upaya memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.

    Pemilihan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi penyelenggaraan muktamar, lanjutnya, memiliki nilai historis karena pesantren tersebut didirikan oleh salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Chasbullah. PBNU berharap penyelenggaraan muktamar di lokasi tersebut dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang membawa manfaat bagi warga NU, bangsa Indonesia, dan masyarakat global.

    Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyampaikan bahwa salah satu capaian penting kepengurusan PBNU periode berjalan adalah penerapan sistem manajemen digital yang telah menjangkau kepengurusan mulai tingkat pusat hingga Majelis Wakil Cabang (MWC). Menurutnya, digitalisasi organisasi mampu meningkatkan efektivitas konsolidasi internal sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada warga Nahdliyin.

    Ia menilai pengembangan sistem digital akan menjadi fondasi penting bagi penguatan organisasi di masa mendatang, termasuk dalam membangun komunikasi yang lebih terintegrasi antara seluruh struktur kepengurusan.

    Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35, Gus Yahya juga menegaskan independensi Nahdlatul Ulama dari berbagai kepentingan politik. Ia memastikan tidak ada campur tangan pemerintah maupun pihak lain dalam proses penyelenggaraan muktamar maupun pemilihan kepemimpinan organisasi.

    Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Cak Imin: Semua Ingin Perbaikan, Mutlak Perubahan

    Menurutnya, setiap klaim yang menyebut adanya restu atau arahan dari Presiden terkait proses Muktamar NU tidak dapat dibenarkan. Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan organisasi akan ditentukan melalui mekanisme musyawarah yang menjadi tradisi Nahdlatul Ulama.

    Muktamar ke-35 NU diproyeksikan menjadi forum strategis yang tidak hanya memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, tetapi juga menetapkan arah kebijakan organisasi melalui pembahasan berbagai isu strategis, mulai dari penguatan keulamaan, transformasi pesantren, digitalisasi organisasi, kaderisasi, hingga pemberdayaan ekonomi warga Nahdlatul Ulama.

    2026-07-18 01:00:00 +0000 UTC