MPR: Dibutuhkan kolaborasi atasi darurat kesehatan mental anak
MPR: Dibutuhkan kolaborasi atasi darurat kesehatan mental anak
Minggu, 12 Juli 2026 19:41 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. ANTARA/HO-Humas MPR RI
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan dibutuhkan langkah nyata dan kolaborasi untuk mengatasi darurat kesehatan mental anak-anak generasi penerus bangsa.
"Dibutuhkan langkah nyata bersama dalam mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing dengan mendorong agar kesehatan jiwa atau mental anak mendapat perhatian serius semua pihak," kata Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Rerie mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil skrining melalui program Cek Kesehatan Gratis yang dirilis Kementerian Kesehatan pada Januari 2026, sebanyak 4,8 persen atau sekitar 363.326 anak berusia 7–17 tahun terindikasi memiliki gejala depresi.
Selain itu, Polri sebelumnya juga mencatat kasus bunuh diri pada kelompok usia anak 0–15 tahun meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun, dari 604 kasus pada 2022 menjadi 1.498 kasus pada 2024.
Menurutnya, catatan tersebut menunjukkan tren yang sangat mengkhawatirkan. Masalah kesehatan mental anak seringkali erat kaitannya dengan pengalaman kekerasan yang pernah dialami anak.
Guna mengatasi masalah tersebut, Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, menekankan pentingnya pelibatan anak dan pihak-pihak terkait lainnya dalam proses mencari solusi.
Dengan begitu, kebijakan yang lahir memiliki perspektif anak sehingga upaya yang dilakukan dapat lebih komprehensif dalam meningkatkan kesehatan mental anak.
Dia juga mendorong agar penanganan kasus kekerasan dan masalah kesehatan mental anak mendapatkan dukungan serta melibatkan semua pihak terkait sebab kesehatan mental anak yang baik merupakan fondasi penting menuju visi Indonesia Emas 2045.
"Tanpa kesiapan mental dan psikologis yang sehat, generasi penerus akan kesulitan menghadapi tantangan global dan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa," ucapnya.
Pewarta : Nadia Putri Rahmani
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026