asiawebawards.com
  • 2026-07-12 12:30:48 +0000 UTC

    Jul 12, 2026

    Moana live-action, berlayar dengan nuansa baru dalam balutan nostalgia - ANTARA News Gorontalo

    Jakarta (ANTARA) - “Moana”, kisah gadis pemberani berlayar menyusuri samudra yang dirilis sebagai film animasi pada 2016, kini Disney menghadirkannya dengan nuansa baru format live-action dalam balutan nostalgia.

    Tidak jauh berbeda dengan kisah klasiknya, film live-action “Moana” (2026) yang disutradarai oleh Thomas Kail itu mengikuti kisah Moana (Catherine Lagaʻaia), seorang gadis yang tumbuh di Pulau Motonui bersama ayahnya, Kepala Suku Tui (John Tui), dan ibunya, Sina (Frankie Adams).

    Moana merupakan putri kepala suku di Pulau Motunui yang dipersiapkan untuk meneruskan kepemimpinan turun temurun dalam keluarganya.

    Namun dibalik itu, Moana yang sangat ingin berpetualang ke lautan terhalang oleh peraturan di desanya yang melarang penduduk berlayar melewati batas karang. Di sisi lain, sang nenek, Tala (Rena Owen) justru kerap menceritakan kisah leluhur dan memahami ketertarikan cucunya itu terhadap lautan.

    Hingga suatu ketika pulau yang dihuninya mulai dilanda ancaman, membuat Moana terdorong untuk berlayar melampaui terumbu karang di pulau Motunui demi mengembalikan kesejahteraan para penduduk.

    Diberitahukan sang nenek bahwa lautan telah memilih dirinya untuk menemukan Maui (Dwayne Johnson) merupakan manusia setengah dewa yang mencuri "jantung" dewi kepulauan Te Fiti dalam bentuk batu hijau.

    Moana ditemani ayam bernama Heihei berlayar dengan perahunya diiringi bimbingan lautan hingga akhirnya bertemu Maui, dan menuju Te Fiti. Meski perjalanan mereka menghadapi sejumlah rintangan di lautan, Moana bertekad melanjutkan misinya untuk mengembalikan jantung Te Fiti, ke tempat asalnya demi menyelamatkan pulau-pulau dari ancaman kehancuran.

    Membuat ulang atau remake film dari adaptasi memang tidak mudah, bahkan terkadang memiliki kelemahan terasa kaku, kurang hidup, masih cukup menghibur, tetapi pada akhirnya justru membuat penonton merindukan film animasi aslinya. Alih-alih mengubah banyak hal, Disney memilih mempertahankan sejumlah formula yang sudah dikenal penonton.

    Bagi yang sudah menonton animasi “Moana” garapan John Musker dan Ron Clements yang dirilis pada 2016 itu, dari sisi alur cerita film live-action nya hampir tidak ada perubahan mengikuti struktur yang sama. Banyak adegan dibuat hampir identik, mulai dari pengambilan gambar hingga dialog.

    Kendati begitu, keputusan mengikuti cerita versi animasinya menjadi salah satu nilai positif bagi film live-action “Moana”. Film ini tidak hanya membawa nostalgia penonton terhadap versi animasinya, namun juga menawarkan pengalaman menonton dengan nuansa baru lewat visual live-action yang membuat perjalanan Moana terasa lebih nyata.

    Suguhan nuansa baru yang memanjakan mata, hamparan lautan biru yang luas, lanskap tropis, desain kostum, musik tradisional, hingga berbagai elemen budaya keindahan Pulau Motunui juga tergambar penuh warna memberi kesan tersendiri. Berbagai elemen visual, seperti tato hidup di dada Maui hingga kemampuannya berubah menjadi berbagai hewan, menciptakan dunia yang berada di antara live-action dan animasi.

    Karakter Moana itu dibawakan Catherine Laga’aia dalam sentuhan baru di live-action tampil karismatik dan mampu menghadirkan energi, dari suaranya terdengar jernih, ekspresinya berhasil menghidupkan karakter itu saat bernyanyi hingga membawa penonton larut ke dalam imajinasi seorang gadis dari pulau kecil yang bermimpi menjelajahi dunia.

    Di sisi lain, Dwayne Johnson kembali memerankan Maui, dewa setengah manusia, dengan rambut panjang yang menjadi penampilan berbeda dari biasanya dan sentuhan humor, meski dalam beberapa adegan justru masih terasa kaku.

    Namun, Johnson dan Laga’aia memiliki chemistry yang baik, terutama ketika menyanyikan lagu-lagu karya orisinal Lin-Manuel Miranda, Opetaia Foa’i dan Mark Mancina.

    Lagu yang paling menonjol antara lain “How Far I’ll Go”, yang menjadi simbol tekad Moana untuk menjadi penunjuk jalan sekaligus pemimpin. Disney live-action “Moana” juga menghadirkan lagu original terbaru berjudul "Along The Way" yang diciptakan oleh Lin-Manuel Miranda dan dibawakan oleh Auliʻi Cravalho, Catherine Laga’aia, dan Dwayne Johnson.

    Menonton live-action “Moana” tanpa lebih dulu menyaksikan versi animasi bak melihat elemen seperti visual yang indah, humor yang hangat, serta kisah petualangan musikal seperti dongeng.

    Di sisi lain, penonton yang sudah akrab dengan animasinya mungkin merasa minim kejutan karena cerita nyaris tidak berubah. Namun, mengikuti cerita asli cukup menjadi nilai yang membangkitkan nostalgia. Adapun film live-action “Moana” bisa disaksikan di bioskop mulai 8 Juli 2026.

    Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Moana live-action, berlayar dengan nuansa baru dalam balutan nostalgia

    Pewarta: Sri Dewi Larasati
    Editor : Debby H. Mano

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-12 12:30:48 +0000 UTC