asiawebawards.com
  • 2026-07-17 17:22:00 +0000 UTC

    Jul 17, 2026

    Misteri Hilangnya Jesslyn Wijaya

    Bagikan:

    JAKARTA - Seorang perempuan bernama Jesslyn Wijaya, yang dikenal sebagai seorang golfer yang juga putri pengusaha Ponty Wijaya, diduga menjadi korban perampasan kemerdekaan pada Senin, 13 Juli 2026 sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat.

    Korban diketahui berdomisili di sebuah apartemen di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Berdasarkan informasi yang diperoleh pihak pelapor, korban telah menjalani kehidupan secara mandiri dan tidak lagi tinggal satu rumah dengan ibu maupun adiknya.

    Pada hari kejadian, korban memenuhi undangan untuk menghadiri acara perayaan ulang tahun neneknya yang diselenggarakan di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat.

    Menurut keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, ketika seluruh persiapan telah selesai dan lagu ulang tahun akan diputar, korban secara tiba-tiba ditutup matanya, kemudian diangkat dan digendong oleh dua orang laki-laki bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam. Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi. Menurut keterangan saksi, terdapat sekitar lima orang laki-laki di lokasi pada saat peristiwa berlangsung.

    Sejak peristiwa tersebut, korban tidak lagi dapat dihubungi oleh teman-temannya maupun pihak-pihak yang berupaya memastikan keadaannya. Berdasarkan informasi yang diperoleh pihak pelapor, telepon seluler yang diduga digunakan oleh korban juga tidak dapat diakses sebagaimana biasanya.

    BACA JUGA:


    Peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada Polres Metro Jakarta Pusat. Berdasarkan informasi dari pihak pelapor, tim kepolisian bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan awal, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di restoran.

    Menurut informasi yang diperoleh pelapor, beberapa saksi membenarkan adanya peristiwa sebagaimana dilaporkan.

    Pada saat dilakukan pengecekan di lokasi, diperoleh informasi bahwa rekaman CCTV restoran tidak dapat digunakan. Mengenai penyebab kondisi tersebut maupun apakah terdapat kaitannya dengan peristiwa yang sedang diselidiki, sepenuhnya merupakan kewenangan penyidik untuk melakukan pendalaman berdasarkan alat bukti yang sah.

    Selanjutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh pelapor, tim kepolisian juga melakukan penelusuran ke beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban, termasuk mendatangi tempat tinggal korban. Namun hingga saat itu keberadaan korban belum berhasil dipastikan.

    Karena korban tidak dapat dihubungi dan belum diketahui keberadaannya, pihak pelapor berupaya menelusuri kemungkinan adanya perjalanan ke luar negeri. Berdasarkan informasi yang diperoleh pelapor, terdapat indikasi bahwa pada 14 Juli 2026 korban melakukan perjalanan menuju Malaysia melalui Semarang. Informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh penyidik melalui data resmi dari instansi yang berwenang.

    Di sisi lain, pihak pelapor juga memperoleh informasi bahwa perangkat telepon seluler yang diduga milik korban masih terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran. Perbedaan informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengungkap keberadaan korban yang sebenarnya.

    Hingga berita ini dipubliasikan, keberadaan Jesslyn Wijaya masih belum dapat dipastikan.

    Keluarga korban berharap Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan langkah-langkah penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel. Korban ditemukan dan perkara ini bisa dituntaskan.

    Add VOI as a Preferred Source

    Follow VOI news updates across Google.

    +

    2026-07-17 17:22:00 +0000 UTC