Misbakhun: Indonesia Tetap Dipercaya S&P, Disiplin Fiskal Jadi Kunci
Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyambut positif keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.
Misbakhun menyebut afirmasi itu menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, keputusan S&P menjadi sinyal bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintah masih dipandang kredibel oleh lembaga pemeringkat internasional.
"Keputusan S&P ini kabar baik. Indonesia tetap dipercaya, dan ini menunjukkan bahwa disiplin fiskal serta ketahanan ekonomi kita masih diapresiasi. Kepercayaan ini harus dijaga dan diperkuat," kata Misbakhun dalam keterangan resmi, Selasa (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misbakhun mengatakan penilaian S&P ditopang oleh prospek pertumbuhan ekonomi, level utang pemerintah dan eksternal yang relatif terkendali, ketahanan sektor perbankan, serta komitmen menjaga defisit APBN tetap berada di bawah 3 persen terhadap PDB.
Dalam konteks itu, Misbakhun mendorong pemerintah menjaga kredibilitas APBN melalui penguatan penerimaan negara dan peningkatan kualitas belanja. Selain itu, ia menilai pengelolaan utang juga harus tetap dilakukan secara hati-hati agar ruang fiskal tetap sehat dan mampu menopang pertumbuhan.
"Defisit bisa menjadi instrumen untuk mendukung pertumbuhan, sepanjang kualitas fiskalnya dijaga. Belanja negara harus selektif, tepat sasaran, dan benar-benar memberi dampak bagi sektor riil," ujar Misbakhun.
Lebih lanjut, Misbakhun mengatakan catatan S&P mengenai tekanan fiskal dan eksternal perlu dilihat sebagai masukan konstruktif untuk memperkuat kebijakan pemerintah. Menurutnya, tantangan seperti stabilitas rupiah, beban bunga utang, dan tekanan harga energi harus dijawab dengan koordinasi kebijakan yang solid antara pemerintah, Bank Indonesia, OJK, dan otoritas terkait.
Misbakhun berpandangan kepercayaan S&P perlu dijaga melalui kelanjutan agenda reformasi ekonomi. Ia menilai hilirisasi, perbaikan tata kelola sumber daya alam, dan penguatan basis penerimaan negara harus terus dilanjutkan agar ketahanan fiskal dan eksternal Indonesia semakin kuat.
"Target kita bukan sekadar mempertahankan investment grade. Yang harus kita bangun adalah fondasi ekonomi yang makin kuat agar Indonesia bisa naik kelas. Kepercayaan S&P ini perlu dijawab dengan disiplin fiskal, rupiah yang stabil, dan belanja negara yang benar-benar menggerakkan sektor riil," ucapnya.
(tim)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]