asiawebawards.com
  • 2026-07-17 04:07:53 +0000 UTC

    Jul 17, 2026

    Meski Panen Hujatan, Mobil Listrik Ferrari Bakal Masuk Indonesia

    Jakarta -

    Meski panen hujatan di pasar global, namun Ferrari Luce EV tetap akan dijual di Indonesia. Kendaraan listrik tersebut bakal masuk ke dalam negeri melalui PT Eurokars Prima Utama (EPU) sebagai agen pemegang merek.

    Kepastian Ferrari Luce masuk Indonesia disampaikan Nini Chiandra selaku General Manager (GM) PT Eurokars Prima Utama. Meski demikian, dia belum bisa mengungkap kapan tanggal pastinya.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    "Pasti akan (masuk Indonesia), tapi waktunya nanti, kita akan undang apabila kita sudah dapat tanggal pasti," kata Nini Chiandra di Jakarta, dikutip dari Antaranews, Jumat (17/7).

    Ferrari LuceFerrari Luce EV Foto: Dok. Ferrari

    Nini mengklaim, mobil-mobil yang dibawa Ferrari ke Indonesia biasanya dinantikan konsumen-konsumen setia. Dia yakin, setiap model punya pasar di sini, termasuk Luce yang mendapat sorotan tajam di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

    "Semua mobil yang dikeluarkan Ferrari biasanya pasar sudah menunggu. Karena sudah ditunggu sama customer juga," ungkapnya.

    Menurut Nini, produk Ferrari yang baru meluncur di Italia tak mungkin langsung masuk ke Indonesia di saat bersamaan. Prosesnya, kata dia, pasti memerlukan waktu.

    "Pasti akan datang ya, hanya masalah waktunya saja masih belum, karena memang di Maranello sendiri masih baru. Biasanya untuk masuk ke market kita pasti butuh waktu," kata Nini, merujuk pada peluncuran Ferrari Luce di Maranello, Italia.

    Ferrari Luce EV di China.Ferrari Luce EV di China. Foto: Doc. Ferrari

    Diberitakan sebelumnya, Luce EV melakukan debut global pada Mei 2026. Kendaraan tersebut menjadi mobil listrik pertama Ferrari yang dijual secara massal.

    Alih-alih mendapat sanjungan atau pujian, kendaraan tersebut justru panen hujatan. Banyak yang menilai desainnya terlalu jauh meninggalkan identitas Ferrari sebagai supercar eksotis Italia.

    Kritik juga datang dari mantan bos Ferrari, Luca Di Montezemolo, hingga Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini. Mereka menilai, mobil listrik tersebut kehilangan ruh Ferrari yang selama ini identik dengan mesin buas dan desain emosional.

    Reaksi negatif tersebut membuat saham Ferrari sempat anjlok sekitar 8 persen di bursa Milan setelah peluncuran resmi kendaraan. Sejumlah analis menyebut penurunan itu dipicu 'design hate' atau ketidaksukaan publik terhadap tampilan Luce EV.

    (sfn/sfn)

    2026-07-17 04:07:53 +0000 UTC