Jakarta -

Waktu makan karbohidrat ternyata dapat memengaruhi kadar gula darah. Ahli gizi mengungkap waktu yang tepat hingga cara sehat mengonsumsinya. Berikut penjelasannya.

Mengatur kadar gula darah tidak hanya berkaitan dengan jenis dan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi. Tetapi, waktu menyantap makanan sumber karbohidrat ternyata juga berpengaruh, terutama bagi orang dengan diabetes tipe 2.

Dilansir dari Yahoo (23/08/2026), ahli gizi Kendra Haire mengatakan waktu makan sampai batas tertentu dapat memengaruhi keseimbangan gula darah. Namun, bukan berarti seluruh kebutuhan karbohidrat harus dikonsumsi dalam satu waktu tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahli gizi Sapna Peruvemba juga menjelaskan tidak ada waktu terbaik yang berlaku bagi semua orang untuk mengasup karbohidrat.


"Waktu makan mungkin berperan dalam pengaturan gula darah, tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa ada satu waktu terbaik untuk mengonsumsi karbohidrat bagi semua orang dengan diabetes atau pradiabetes," jelas Peruvemba.

Apa Benar Makan Karbohidrat Bikin Tubuh Gemuk? Begini Penjelasan AhliKarbohidrat. Foto: iStock

Penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Physiology ini menunjukkan toleransi glukosa tubuh cenderung mencapai kondisi terbaik pada pagi hari, kemudian menurun pada sore hingga malam.

Temuan ini mengindikasikan tubuh mungkin lebih efektif memproses makanan tinggi karbohidrat pada pagi hari.

Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Menurut Peruvemba, American Diabetes Association (ADA) juga menilai bukti yang tersedia belum cukup kuat untuk merekomendasikan satu jadwal makan tertentu.

Konsumsi karbohidrat juga bermanfaat sebelum berolahraga karena menyediakan energi yang dapat digunakan otot. Jumlah dan waktu konsumsinya perlu disesuaikan dengan jenis serta durasi olahraga, kadar gula darah, dan penggunaan obat.

Sementara itu, Haire menyarankan untuk konsumsi makanan dengan karbohidrat lebih ringan pada malam hari. Makan malam yang mengandung tinggi karbohidrat atau ngemil mendekati waktu tidur berpotensi membuat kadar glukosa tetap tinggi sepanjang malam.

Kebiasaan Sarapan yang Bisa Picu Kenaikan Berat BadanKebiasaan Sarapan. Foto: Getty Images/iStockphoto

Meski demikian, kedua ahli menilai waktu makan bukan faktor utama yang perlu diperhatikan.

"Saya lebih menyarankan untuk orang-orang lebih memperhatikan jenis karbohidrat, jumlahnya, dan makanan pendampingnya daripada terlalu terpaku pada waktu," ujar Peruvemba.

Karbohidrat sebaiknya dipadukan dengan makanan tinggi serat, protein, atau lemak sehat. Kombinasi tersebut dapat memperlambat pencernaan dan mengurangi kemungkinan lonjakan glukosa.

Sementara itu, konsumsi karbohidrat juga dapat dibagi secara merata melalui makanan utama dan camilan sepanjang hari.

(sob/adr)