asiawebawards.com
  • 2026-07-17 04:16:25 +0000 UTC

    Jul 17, 2026

    M4CR Dorong Pemutakhiran Data Guna Perkuat Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan

    Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) mendorong percepatan pemutakhiran data perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan sebagai langkah strategis guna merespons dinamika perubahan bentang alam sekaligus mempersiapkan revisi Rencana Umum Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RURHL-DAS) dan penyusunan Rencana Tahunan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RTnRHL).

    Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH, Muhammad Zainal Arifin menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 10 Tahun 2022, RURHL-DAS merupakan dokumen yang menjadi acuan dalam penetapan arah dan lokasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan. Karena itu, seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, penentuan lokasi, hingga monitoring dan evaluasi diharapkan mengacu pada dokumen tersebut.

    “Dokumen ini bukan sekadar pemenuhan administratif. Seluruh tahapan perencanaan, penentuan lokasi, hingga monitoring dan evaluasi rehabilitasi hutan dan lahan diharapkan mengacu pada RURHL-DAS untuk mendukung terwujudnya ketahanan air, ketahanan pangan, serta mitigasi bencana hidrometeorologi,” ujar Zainal.

    Zainal menambahkan bahwa dinamika perubahan kondisi di lapangan menjadi tantangan yang perlu diantisipasi dalam proses perencanaan berupa munculnya lahan terbuka baru oleh sebab-sebab tertentu. Hal ini diperlukan pemutakhiran dan sinkronisasi basis data secara berkala untuk mengimbangi perubahan tersebut, disamping juga secara simultan melengkapi pertimbangan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat tapak.

    Dalam menjawab tantangan tersebut, Direktorat Rehabilitasi Mangrove melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) mengambil peran strategis dalam mendukung sosialisasi, koordinasi, dan penyelarasan RURHL-DAS, khususnya di empat provinsi prioritas M4CR, yaitu Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

    Dukungan tersebut juga diperkuat melalui penyusunan dokumen RTnRHL pada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) sebagai instrumen perencanaan operasional guna memastikan perencanaan tahunan rehabilitasi hutan dan lahan tetap selaras dengan arah kebijakan, target, dan parameter perencanaan nasional.

    “Selain melakukan rehabilitasi mangrove, kami bersama tim M4CR juga melakukan pemetaan kondisi sosial-ekonomi masyarakat lokal. Pendekatan berbasis komunitas ini penting untuk memastikan proses rehabilitasi mangrove mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pemutakhiran data perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan,” ujar Direktur Rehabilitasi Mangrove, Nikolas Nugroho Surjobasuindro

    Penguatan Analisis Spasial yang Komprehensif

    Lebih lanjut Direktur RM menyampaikan, ke depannya validasi lokasi rehabilitasi hutan dan lahan akan diperkuat melalui pemanfaatan Decision Support System (DSS) sebagai instrumen pendukung pengambilan keputusan. Penentuan lokasi tidak lagi hanya didasarkan pada kondisi biofisik dan tingkat kekritisan lahan, tetapi juga mempertimbangkan tata kelola melalui analisis multikriteria yang komprehensif.

    Analisis tersebut antara lain mencakup tumpang susun (overlay) data tutupan lahan, riwayat pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan, kawasan perizinan, aspek tenurial, serta potensi pengembangan skema karbon. Integrasi berbagai data dan informasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan penentuan lokasi sekaligus mendukung keberlanjutan hasil rehabilitasi.

    Melalui paduserasi dan pemutakhiran data tersebut, revisi RURHL-DAS yang ditargetkan pada 2027 diharapkan mampu menghasilkan dokumen perencanaan yang lebih aktual, implementatif dan memberikan kepastian dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan.

    Sebagai langkah tindak lanjut, M4CR akan mendukung penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara intensif di empat provinsi prioritas program. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para pihak serta mempercepat penyelarasan dan penyusunan dokumen perencanaan tahunan rehabilitasi hutan dan lahan secara tepat waktu.

    Pewarta: PR Wire
    Editor: PR Wire
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-17 04:16:25 +0000 UTC