Jakarta -

Berawal dari makanan darurat untuk bertahan hidup, jajanan asal China ini sukses mendunia. Industri camilan bernama latiao ini kini bernilai fantastis dan jadi incaran pencinta kuliner pedas di berbagai negara!

Latiao atau yang sering disebut sebagai spicy strips (potongan pedas) belakangan ini tengah viral dan digandrungi banyak orang. Siapa sangka, di balik rasanya yang bikin nagih, latiao punya sejarah yang unik.

Makanan ini pertama kali diciptakan di China pada tahun 1998 sebagai makanan pokok darurat. Bahan utamanya adalah tepung terigu (tepung gandum) atau kulit tahu yang dicampur gluten. Kemudian diberi bumbu berupa campuran rempah khas Tiongkok yang memberikan rasa sangat pedas, gurih, dan sedikit manis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Latiao punya tekstur kenyal luar biasa dan variasi kepedasan yang berbeda antarmerek. Saya rasa ini kombinasi yang kaya antara tekstur dan rasa yang membuat saya suka," kata Wang Jingfei, seorang warga Beijing, seperti dikutip dari South China Morning Post (18/8).

Seiring berjalannya waktu, nasib makanan darurat ini berubah drastis. Berkat fenomena yang disebut 'Chinamaxxing' dan masifnya tren di media sosial, latiao sukses bertransformasi menjadi primadona jajanan kekinian.

LatiaoLatiao kini menjadi industri kuliner bernilai ratusan triliun di China. Foto: Getty Images/CatherScarl

Kini, latiao bukan lagi sekadar camilan biasa, melainkan pusat dari industri raksasa yang bernilai ratusan triliun! Di sebuah pabrik, latiao bahkan diproduksi hingga 700 ton sehari.

"Saat ini ada lebih dari 600 perusahaan (memproduksi latiao), yang menghasilkan nilai tahunan sekitar 60 miliar yuan atau sekitar Rp158 triliun dan sudah mengekspor produknya ke lebih dari 160 negara di seluruh dunia," ujar Li Manliang, Vice President dari Mala Wangzi.

Cita rasanya yang gurih, pedas, dipadukan dengan tekstur kenyal yang unik, sukses membuat banyak orang ketagihan. Tak heran jika popularitasnya meroket pesat hingga ke kancah global.

Bahkan, produsen latiao terbesar di China mencatatkan angka penjualan luar negeri yang sangat fantastis. Tahun lalu, mereka sukses meraup penjualan hingga 117 juta yuan (sekitar US$ 17 juta atau setara Rp 265 miliar). Angka ini melonjak tajam hampir 50 persen dibandingkan pada tahun 2024 lalu.

Banyak produsen latiao juga kini melakukan ekspansi ke penjuru Asia. Ditambah dengan masifnya penjualan di toko online dan via media sosial.

Pencapaian ini membuktikan bahwa rasa pedas gurih khas latiao berhasil menembus batas negara dan mencuri hati para pencinta camilan di seluruh dunia. Kamu sudah pernah coba sensasi pedasnya?

(adr/adr)