asiawebawards.com
  • 2026-07-17 04:07:22 +0000 UTC

    Jul 17, 2026

    Kulon Progo menggelar Arung Progo Festival 2026 dorong sport tourism

    Kulon Progo menggelar Arung Progo Festival 2026 dorong sport tourism

    Jumat, 17 Juli 2026 11:07 WIB

    Image Print

    Arung jeram di Sungai Progo di Kabupaten Kulon Progo. (ANTARA/HO-Dokumen Dispar Kulon Progo)

    Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tengah mematangkan persiapan kejuaraan nasional (Kejurnas) Arung Jeram bertajuk "Arung Progo Festival 2026" yang akan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 untuk menggerakkan pariwisata khususnya sport tourism dan ekonomi masyarakat di wilayah utara.

    Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Gerbang Samudra Raksa, Kapanewon Kalibawang, tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi pengembangan wisata olahraga (sport tourism) untuk meningkatkan kunjungan wisatawan minat khusus.

    Kepala Dispar Kulon Progo Sutarman di Kulon Progo, Kamis, mengatakan festival itu merupakan upaya pemerintah daerah menggeser paradigma pariwisata dari mengejar kuantitas menuju pariwisata berkualitas (quality tourism).

    "Ini terkait dengan bagaimana wilayah Perbukitan Menoreh dapat menjadi destinasi wisata yang berkualitas. Melalui kejuaraan ini, kami ingin memperkuat daya tarik Kulon Progo di peta pariwisata nasional," kata Sutarman.

    Menurut dia, festival yang didanai penuh oleh dana keistimewaan (Danais) DIY itu diproyeksikan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Seluruh peserta, ofisial, dan pengunjung dari luar daerah akan diarahkan untuk menginap di "homestay" milik warga, khususnya di Kalurahan Banjaroyo dan wilayah Kapanewon Kalibawang.

    "Selain menyuguhkan kompetisi atlet nasional, panitia juga menyiapkan paket wisata arung jeram yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum selama rangkaian acara berlangsung," katanya.

    Di sisi lain, Ketua Panitia Arung Progo Festival 2026 Mulhendra menargetkan Sungai Progo bertransformasi menjadi sungai kelas dunia (world class river) bagi sektor pariwisata, olahraga, maupun konservasi.

    Ia menjelaskan Sungai Progo memiliki karakteristik jeram dengan tingkat kesulitan kelas dunia dan merupakan salah satu yang terbesar di Pulau Jawa. Tim penilai dari Federasi Arung Jeram Internasional (IRF) asal Kanada bahkan telah melakukan asesmen dan menyatakan sungai itu layak untuk ajang internasional.

    "Menuju target tersebut memang tidak bisa instan, tapi selalu terukur. Setiap tahun selalu ada progres. Namun, untuk tahun ini rencana menjadi tuan rumah kejuaraan dunia harus tertunda karena kompetisi "bidding" yang dimenangkan oleh China," kata Mulhendra.

    Meski demikian, ia mengatakan pihak panitia saat ini tengah berupaya melakukan lobi agar Kulon Progo dapat menjadi tuan rumah kejuaraan dunia arung jeram pada tahun 2028 mendatang.

    "Kami berupaya meningkatkan penyelenggaraan supaya dapat menjadi tuan rumah kejuaraan dunia arung jeram pada 2028," katanya.

    Pewarta : Sutarmi
    Editor: Bambang Sutopo Hadi
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    2026-07-17 04:07:22 +0000 UTC