KPK Ungkap Hasil Pemeriksaan Bobby Rizaldi, Dalami Dugaan Perubahan Opini Audit Muara Enim
Jumat, 17 Juli 2026 - 05:00 WIB
Jakarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap materi pemeriksaan terhadap Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Bobby Rizaldi, dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait hasil audit pengadaan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Sumatera Selatan.
Baca Juga
Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami proses audit BPK yang diduga berkaitan dengan perubahan opini laporan keuangan Pemkab Muara Enim dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Bobby diperiksa bersama empat saksi lainnya untuk memperkuat alat bukti dalam perkara tersebut.
Baca Juga
"Berkaitan dengan dugaan pengaturan temuan audit yang dilakukan BPK di Kabupaten Muara Enim yang kemudian juga berpengaruh terhadap opini WDP menjadi WTP untuk Pemkab Muara Enim," ujar Budi Prasetyo, Kamis, 16 Juli 2026.
Lima Saksi Diperiksa KPK
Baca Juga
Selain Bobby Rizaldi, penyidik juga memeriksa sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan BPK RI, yakni:
- Tuning Rahayu selaku Tenaga Ahli Anggota V BPK RI.
- Widhi Widayat selaku Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (PKN) V BPK RI.
- Wahyu selaku Kepala Sekretariat AKN V BPK RI.
- Adhony selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) BPK RI.
Menurut KPK, pemeriksaan para saksi dilakukan untuk melengkapi alat bukti sekaligus memperkuat konstruksi perkara yang sedang ditangani penyidik.
"Keterangan ini juga akan melengkapi dari pemeriksaan yang sudah dilakukan kepada para tersangka," kata Budi.
Bobby Diperiksa Hampir Sembilan Jam
Berdasarkan pantauan, Bobby Rizaldi tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 10.00 WIB.
Ia baru meninggalkan gedung KPK pada sekitar 19.14 WIB setelah menjalani pemeriksaan selama hampir sembilan jam.
Usai diperiksa, Bobby mengatakan telah memberikan seluruh keterangan yang dibutuhkan penyidik.
"Semua sudah disampaikan kepada penyidik dan kami sangat mendukung proses ini dan supaya cepat selesai," ujar Bobby.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, Bobby tidak memberikan tanggapan ketika ditanya mengenai penggeledahan rumahnya yang sebelumnya dilakukan penyidik KPK.
Ia juga memilih tidak menjawab pertanyaan terkait kedekatannya dengan salah satu tersangka, Augusz Dewanggara alias Angga, yang diketahui pernah menjadi staf ahlinya saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI.
Halaman Selanjutnya
KPK Dalami Dugaan Pengaturan Hasil Audit