Ketua Parlemen Iran Temui Ketua MPR RI, Ini Pesannya Soal Perang dengan AS |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, Amerika Serikat (AS), entitas pendudukan Israel, dan NATO telah gagal memaksa Iran untuk tunduk. Ia menekankan bahwa perang apa pun di masa depan tidak akan pernah membuat Republik Islam itu menyerah.
Pernyataan itu disampaikan Ghalibaf dalam pertemuan dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani. Muzani datang bersama delegasi RI yang dipimpin Menteri Luar Negeri Sugiono untuk memberi penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Ghalibaf menyatakan, Iran tidak pernah menginginkan perang, namun tetap berkomitmen penuh untuk membela kedaulatannya. Ia menambahkan bahwa upaya penurunan ketegangan (deeskalasi) tidak akan mengurangi kesiapan militer negaranya.
Menurut dia, sebelum perang terakhir pecah, AS, penjajah Israel, dan NATO meyakini bahwa mereka dapat memaksa Iran menyerah dalam hitungan hari. "Namun, mereka segera menyadari bahwa tujuan tersebut tidak akan tercapai, dan seluruh dunia telah menyaksikan kegagalan mereka melawan Iran,"ujar Ghalibaf seperti dilansir dari laman Al Mayadeen, Jumat(10/7/2026).
Menyinggung soal negosiasi dengan Washington, Ghalibaf mengaku telah memperjelas posisi Iran saat berbicara langsung dengan wakil presiden AS."Saya tegaskan kepada wakil presiden AS dalam perundingan tersebut bahwa kami sama sekali tidak memercayai Anda," ungkap dia.
Ketua Parlemen Iran itu menekankan, Teheran tidak pernah berhenti mempersiapkan diri untuk membela wilayah dan kedaulatannya. Ia pun memperingatkan, "Kapan pun pihak Amerika mengkhianati kesepakatan, kami siap melakukan pembelaan menyeluruh."
Ghalibaf menambahkan bahwa mengakhiri perang tetap menjadi prioritas bagi negara-negara di dunia. Kendati demikian, ia menegaskan, "Semua orang harus tahu bahwa konflik ini tidak akan pernah berakhir dengan menyerahnya Iran."