Jakarta -
Sebelum disajikan dalam cangkir, kopi melalui proses pengolahan pascapanen. Ternyata ada empat metode paspacanen berbeda yang membuat karakter kopinya tak sama.
Kopi yang diminum setiap hari ternyata melewati proses panjang sebelum siap diseduh. Salah satu tahap penting terjadi setelah buah kopi dipanen dari pohonnya.
Proses pengolahan setelah panen dapat memengaruhi karakter biji kopi. Perbedaan perlakuan tersebut membuat kopi memiliki rasa, aroma, body, dan acidity yang beragam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi mereka yang lidahnya peka dengan rasa kopi pasti mengerti perbedaannya. Perbedaan karakter rasa ini diciptakan dari proses pascapanen yang berbeda-beda yang dilalui setiap jenis kopi.
Berikut ini 4 jenis proses pascapanen dilansir dari Specialty Coffee Association dan Balittri:
Proses pascapanen natural langsung menjemur ceri kopi secara utuh. Foto: Istimewa
1. Natural Process
Pada metode natural, buah kopi dikeringkan dalam kondisi utuh. Daging buah dan kulitnya tetap menempel pada biji selama proses pengeringan.
Setelah kadar airnya sesuai, buah kopi dikupas untuk mengambil bijinya. Proses ini membuat karakter buah lebih terasa pada hasil seduhan kopi.
Kopi natural umumnya memiliki rasa fruity, winey, dan mirip buah beri. Karakternya juga cenderung kompleks dengan rasa manis yang kuat.
2. Washed Process
Metode washed diawali dengan membuang kulit dan daging buah kopi. Setelah itu, biji difermentasi untuk membantu menghilangkan lendir yang masih menempel.
Biji kemudian dicuci hingga bersih sebelum masuk tahap pengeringan. Proses tersebut membuat karakter asal biji kopi lebih mudah terlihat.
Kopi washed dikenal memiliki rasa clean, floral, dan bright. Body-nya cenderung ringan hingga sedang dengan acidity yang tinggi.
3. Honey Process
Pada metode honey, daging buah kopi dibuang setelah panen. Namun, sebagian atau seluruh lendir buah tetap dibiarkan menempel pada biji.
Biji kemudian dikeringkan bersama lendir tersebut hingga kadar airnya sesuai. Banyaknya lendir yang tersisa dapat memengaruhi karakter akhir kopi.
Kopi honey umumnya memiliki rasa manis seperti madu dan fruity yang seimbang. Acidity-nya cenderung lebih ringan dengan body sedang hingga cukup tebal.
Metode giling basah paling banyak digunakan oleh petani kopi lokal Indonesia. Foto: Istimewa
4. Wet Hulled atau Giling Basah
Wet hulled atau giling basah banyak dikenal dalam pengolahan kopi Indonesia. Metode ini memiliki tahapan yang berbeda dari proses natural maupun washed.
Pada tahap tertentu, kulit tanduk atau parchment dilepas ketika kadar air biji masih sekitar 30-35 persen. Biji kemudian kembali dikeringkan hingga mencapai kadar air yang sesuai.
Kopi hasil giling basah kerap memiliki karakter earthy, cedar, spicy, dan chocolatey. Acidity-nya cenderung rendah sehingga rasa kopi terasa lebih lembut dan berat.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)