asiawebawards.com
  • 2026-07-16 09:41:27 +0000 UTC

    Jul 16, 2026

    Kemendag mencatat realisasi anggaran capai 98,62 persen

    Adapun, rata-rata realisasi anggaran per unit eselon 1 Kemendag sebesar 97,9 persen.

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memaparkan serapan anggaran kementerian pada tahun 2025 sebesar Rp1.531 triliun atau telah terealisasi sebesar 98,62 persen dari pagu tanpa blokir yang diberikan sebesar Rp1.552 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar 97 persen.

    “Berdasarkan jenis belanja realisasi Anggaran Kementerian Perdagangan tahun 2025 untuk belanja modal sebesar 99,49 persen, belanja barang sebesar 98,30 persen, dan belanja pegawai sebesar 98,94 persen. Adapun, rata-rata realisasi anggaran per unit eselon 1 Kemendag sebesar 97,9 persen,” kata Budi dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dalam Agenda Pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKBP) APBN tahun anggaran 2025, yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

    Selain mencatat realisasi anggaran yang tinggi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga membukukan nilai kinerja anggaran sebesar 92,31 persen. Adapun capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun 2025 mencapai 96,88 persen dengan predikat Sangat Baik.

    Budi mengatakan kinerja sektor perdagangan juga memperlihatkan tren positif. Sepanjang tahun 2025 surplus perdagangan periode Januari-Desember 2025 mencapai 41,05 miliar dolar Amerika Serikat (AS), pertumbuhan ekspor riil barang dan jasa sebesar 7,03 persen, pertumbuhan ekspor nonmigas 7,96 persen, dan rasio ekspor jasa terhadap produk domestik bruto (PDB) juga meningkat sebesar 3,03 persen.

    Budi mengatakan capaian ini didorong dari komitmen tiga program strategis Kemendag, di antaranya pengamanan pasar dalam negeri yang dilakukan melalui peningkatan kepastian dan kemudahan usaha, pemberdayaan produk lokal, fasilitasi sertifikasi produk, kebijakan perdagangan yang mendorong hilirisasi pengawasan barang impor ilegal, serta perlindungan industri dalam negeri dari praktek perdagangan tidak adil.

    Kemendag juga melakukan perluasan pasar ekspor yang diarahkan pada penguatan diplomasi perdagangan, pembukaan pasar baru di negara non-tradisional, serta peningkatan promosi dan penyebaran informasi ekspor, serta program UMKM bisa ekspor yang difokuskan pada peningkatan partisipasi UMKM dalam ekspor, melalui peningkatan kapasitas, pendampingan wirausaha, pelatihan ekspor-impor, optimalisasi produk lokal, serta penguatan peran agregator UMKM.

    “Melalui pelaksanaan ketiga program strategis tersebut, Kemendag menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing nasional, memperluas kontribusi ekspor, serta memastikan bahwa manfaat perdagangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Budi.

    Budi mengatakan Kemendag juga berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan selama 4 tahun berturut-turut, yaitu tahun anggaran 2022-2025.

    Dari laporan tersebut, Budi berharap dukungan terkait dengan program kerja Kemendag ke depan dapat memperkuat daya saing nasional, memperluas kontribusi ekspor, serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

    Baca juga: Mendag usulkan tambahan anggaran Rp2,4 triliun untuk 2025

    Baca juga: Anggaran Kemendag turun, Mendag minta tambahan Rp586 miliar

    Pewarta: Fitra Ashari
    Editor: Budisantoso Budiman
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-16 09:41:27 +0000 UTC