Jakarta -

Pelanggan ini kecewa ketika pesan makan di kedai kopi. Pesanan senilai Rp 277 ribu miliknya dianggap tidak sepadan karena temuan tahi burung kering!

Pengalaman makan di restoran bisa berubah menjadi mimpi buruk ketika pelayanan dan makanan yang disajikan tidak sesuai ekspektasi. Hal mengecewakan ini dirasakan oleh seorang pelanggan ketika pesan makanan di sebuah kedai kopi di Singapura.

Dilansir dari theindependent.sg (4/9), pelanggan tersebut pesan makan di 7 Stars Coffee Shop. Dalam unggahan Facebook, pelanggan anonim ini menyatakan bahwa dirinya telah mengeluarkan uang senilai S$20 (Rp277.453) untuk pesanan tersebut. Namun, nyatanya penyajian makanan jauh dari apa yang ia bayangkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum melihat kondisi makanannya, pelanggan ini juga mendapat perlakuan kasar dari seorang staf restoran. Ia makin kecewa karena setelah pesanan dibuka, dirinya justru menemukan kotoran burung kering di dalam, bersama dengan bungkus makanan yang berdebu.

Jika dilihat dari unggahan foto, tampaknya pelanggan tersebut memesan hidangan berkuah yang disajikan bersama aneka topping, seperti sayuran hijau, telur, dan lain sebagainya.

Kecewa! Pesanan Makan Rp277 Ribu Malah Berisi Tahi BurungBegini tampilan pesanan makan takewaway pelanggan tersebut. Foto: Facebook.com/COMPLAINT SINGAPORE)

Makanannya punya tampilan menggiurkan. Namun, di bagian tutup wadahnya memang tampak ada bercak kering yang disebut pelanggan sebagai tahi burung.

Dalam unggahan, pelanggan ini juga menyatakan bahwa panas dan uap air dari makanan panas mungkin terperangkap dalam wadah, berpotensi bercampur dengan kontaminan dan dapat membahayakan kesehatannya. Ia juga mengaku kehilangan nafsu makan setelah melihat makanannya seperti itu.

"Benar-benar merusak selera makan! $20 untuk kotoran burung," ujar pelanggan tersebut.

Laporannya menuai reaksi beragam dari netizen.

Kecewa! Pesanan Makan Rp277 Ribu Malah Berisi Tahi BurungIa merasa makanan ini zonk karena temukan tahi burung di dalamnya. Foto: Facebook.com/COMPLAINT SINGAPORE)

Seorang netizen mengungkap kejadian serupa di mana dulu di kantin sekolah dasar anaknya, ada seorang ibu penjual nasi. Dengan santai penjual tersebut membuang kotoran kadal dari piring. Tetapi piring bekas kotoran kadal hinggap ini masih terus digunakan tanpa dicuci.

Kebersihan makanan memang selalu menjadi masalah serius negara mana pun. Pihak berwenang juga diharapkan bisa secara rutin melakukan inspeksi terhadap warung atau restoran, termasuk yang lokasinya ada di pusat jajanan atau warung kaki lima untuk memastikan mereka mengikuti semua protokol yang diperlukan.

(aqr/adr)