Jakarta -
Meski sudah disimpan di kulkas, jahe sering kali tetap kering dan keriput. Ternyata ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar jahe tetap segar.
Jahe merupakan bumbu dapur yang sering dipakai untuk menambah aroma dan rasa pada masakan. Bumbu ini juga mudah ditemukan dalam berbagai hidangan sehari-hari.
Namun, jahe segar tidak selalu langsung habis setelah dibeli. Jika disimpan kurang tepat, teksturnya bisa berubah dan kualitasnya menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar jahe tetap segar lebih lama. Metode penyimpanan juga dapat disesuaikan dengan seberapa cepat jahe akan digunakan.
Baca juga: Kacau! Restoran Ini Kena Tipu Bukti Bayar Palsu Senilai Rp4 Juta
Berikut 5 tips menyimpan jahe dilansir dari Southern Living (17/8/2026):
Agar tak cepat kering, jahe sebaiknya disimpan di dalam kulkas. Foto: Freepik
1. Simpan di Dalam Kulkas
Jahe utuh yang belum dikupas bisa disimpan di dalam kulkas agar lebih awet. Kulit jahe berfungsi sebagai pelindung alami dari udara dan membantu menjaga kelembapannya.
Sebelum disimpan, pastikan jahe dalam kondisi kering. Kelembapan berlebih justru dapat memicu pertumbuhan jamur pada permukaan jahe.
Jahe bisa dibungkus dengan tisu dapur lalu dimasukkan ke kantong yang bisa ditutup rapat. Cara ini membantu menyerap kondensasi sekaligus mengurangi paparan udara.
2. Jangan Dikupas
Mengupas jahe sebelum waktunya dapat membuat bagian dalam jahe lebih cepat kehilangan kelembapan. Kulit jahe sebaiknya tetap dibiarkan sampai akan digunakan.
Kulit tipis pada jahe berperan sebagai lapisan pelindung alami. Jahe yang masih berkulit juga cenderung lebih tahan terhadap udara dingin di dalam kulkas.
Jika jahe sudah terlanjur dikupas, simpan dalam wadah tertutup rapat. Jahe kupas membutuhkan perlindungan lebih agar tidak cepat kering dan kehilangan aromanya.
3. Jahe Boleh Dibekukan
Membekukan jahe bisa menjadi pilihan jika membeli dalam jumlah banyak. Jahe utuh yang masih berkulit dapat langsung dimasukkan ke wadah atau kantong khusus freezer.
Menariknya, jahe beku bisa langsung diparut tanpa perlu dicairkan terlebih dahulu. Teksturnya yang keras justru membuat jahe lebih mudah diparut halus.
Jahe juga dapat dicincang sebelum dibekukan agar lebih praktis digunakan. Masukkan jahe cincang ke dalam cetakan es, lalu bekukan dalam porsi kecil.
Jika sudah terlajur dipotong, jahe sebaiknya disimpan dalam wadah yang rapat. Foto: Times of India
4. Simpan Rapat Jahe yang Sudah Dipotong
Jahe yang sudah dipotong memiliki permukaan lebih luas sehingga lebih mudah terpapar udara. Kondisi ini membuat jahe lebih cepat mengering dan aromanya berkurang.
Simpan potongan jahe dalam wadah kedap udara setelah memastikan permukaannya tidak basah. Wadah tertutup membantu menjaga kelembapan sekaligus aroma khas jahe.
Jika jumlah jahe yang dipotong cukup banyak, pembekuan juga bisa dilakukan. Cara ini membuat jahe lebih praktis digunakan untuk tumisan, sup, minuman, atau bumbu.
5. Tanda Saat Jahe Mulai Tak Segar
Jahe segar biasanya memiliki tekstur keras dan kulit berwarna cokelat muda. Sedikit keriput belum tentu berarti jahe sudah rusak, tetapi kualitasnya mulai menurun.
Waspadai jahe yang terasa lembek, berlendir, atau memiliki bagian berwarna gelap. Kemunculan jamur juga menjadi tanda bahwa jahe sebaiknya tidak lagi digunakan.
Aroma dapat menjadi petunjuk lain untuk memeriksa kondisi jahe. Jika aromanya berubah menjadi asam, apek, atau tidak sedap, sebaiknya jahe dibuang.
Halaman 2 dari 2
(dfl/adr)