Istri Kenang Sosok Temon sebagai Ayah Pintar dan Sabar Ajarkan Anak
Jakarta -
Kepergian komedian Temon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, khususnya istri dan anak. Sang istri, Mae, mengenang almarhum sebagai sosok ayah yang sabar mendidik anak-anaknya dan selalu berusaha menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga.
Mae mengatakan Temon memiliki cara tersendiri dalam mendampingi anak mereka belajar. Menurutnya, almarhum dikenal sabar saat mengajari anak mengerjakan pekerjaan rumah.
"Kalau yang pertama karena memang sekarang sudah besar ya, jadi saya fokus ke anak saya aja. Kalau ngerjain PR itu sama papanya. Bukannya membanggakan, tapi memang Temon buat saya itu pintar, teman-temannya juga ngakui dia pintar, apalagi matematika dia jagolah. Dia nggak pernah marah kalau ngajarin anaknya. Malah saya yang kadang kesal," ujar Mae di GPIB Effatha, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mae mengungkapkan kedekatan Temon dengan anak mereka juga semakin terasa seiring waktu. Bahkan, sebelum meninggal dunia, Temon sempat mengingatkannya dengan video lama bersama putri mereka.
"Anaknya yang tadinya kurang dekat sama bapaknya, sampai akhirnya mau ngerjain PR bareng-bareng. Dan kemarin belum lama, nggak ngerti ya mungkin firasat atau tanda, dia ngingetin foto dia sama anak kita yang lama-lama. Waktu anak saya umur 3 bulan, dia bilang, 'Rekam nih, rekam,' sempat saya rekam. Tadi pas lagi duduk saya lihatin lagi... mungkin itu udah jadi tanda-tandanya," tuturnya.
Mae juga mengatakan hubungan Temon dengan anak-anaknya dari pernikahan sebelumnya tetap terjalin dengan baik. Meski tinggal berjauhan, mereka berkumpul saat kabar duka datang.
"Karena kan kita jauh, pisah. Yang di Garut aja nggak bisa datang pas ditelepon karena lagi sakit di rumah sakit. Tapi kalau dari yang lainnya memang pada datang semua hari ini, walaupun jauh-jauh ya semuanya datang," katanya.
Kenangan lain yang tak dilupakan Mae adalah momen saat Temon menghadiri wisuda salah satu putrinya dari pernikahan sebelumnya. Putri bernama Rambu tersebut berhasil lulus dengan predikat cumlaude, sesuatu yang membuat almarhum sangat bangga.
"Iya bulan lalu. Lulusnya cumlaude. Dia bangga banget waktu itu, ngasih tahu ke saya, sampai nangis bahagia. Saya bilang, mudah-mudahan bisa terus jadi kebanggaan papanya," ungkap Mae.
Di mata Mae, Temon bukan sosok yang memiliki keinginan muluk-muluk. Menurutnya, almarhum hanya ingin melihat orang-orang di sekitarnya bahagia, terutama keluarga.
"Temon memang orangnya nggak terlalu muluk-muluk ya. Dia cuma pengin bikin orang senang, orang bahagia. Kalau saya sih bahagia ya. Dia nggak ada spesifik keinginan yang gimana-gimana, cuma pengin tadinya nemenin anak saya ini sampai gede pasti. Sebelum pergi juga dia sempat nangis ngelihatin anak saya... nggak ngerti mungkin dia udah punya firasat atau gimana," tutup Mae.
(ahs/pus)