asiawebawards.com
  • 2026-08-05 10:20:27 +0000 UTC

    Aug 05, 2026

    Inikah Skema Insentif Buat 500.000 Mobil-motor Listrik?

    Jakarta -

    Menkeu Purbaya mengungkap Presiden Prabowo bakal segera mengumumkan insentif untuk 500 ribu mobil-motor listrik. Inikah skema insentif yang bakal diberikan?

    Pemerintah dipastikan bakal memberikan insentif untuk kendaraan listrik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bilang, insentif itu akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam dua pekan ke depan. Dijelaskan Purbaya, ada 500 ribu mobil serta motor listrik yang mendapatkan insentif tersebut. Namun skema insentifnya belum diungkap secara detail.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    "Saya pikir dua atau tiga pekan dari sekarang, presiden akan meluncurkan stimulus untuk kendaraan listrik, termasuk 500.000 motor dan mobil listrik juga. 100 persen PPnBM, PPN ya PPN, VAT ditanggung pemerintah, 40 persen untuk kendaraan listrik tertentu," ungkap Purbaya saat menjadi pembicara di Gaikindo International Automotive Conference (GIAC), ICE BSD, Tangerang.

    Ketika ditanya lebih lanjut, Purbaya menyebut skemanya masih dihitung. Nantinya insentif itu akan langsung diumumkan oleh Prabowo. Insentif itu tampaknya akan mengacu pada baterai yang digunakan.

    "Yang baterai nickel base sama lithium base agak beda sedikit," lanjut Purbaya.

    Sebelumnya di kesempatan terpisah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap pemberian insentif bakal ditujukan untuk mobil yang masuk kategori nasional dan motor kategori motor nasional. Namun dia juga tak menjelaskan detail mengenai kriteria tersebut.

    "Bahwa basisnya adalah mereka yang masuk dalam program mobil nasional dan mereka yang masuk ke program motor nasional. Kita kan kementerian teknisnya mempersiapkan policy apa yang disiapkan oleh Menko Ekon itu nanti teknisnya kita siapkan," tutur Agus ditemui di GIIAS belum lama ini.

    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap, insentif akan menyasar kendaraan listrik dengan jenis baterai tertentu. Menurut Bahlil, mobil listrik dengan baterai NMC atau nickel manganese cobalt menjadi salah satu strategi untuk mendongkrak pasar mobil listrik berbasis baterai.

    "Ke depan akan ke sana. (Insentif NMC menjadi) bagian salah satu strateginya," ujar Bahlil seperti dikutip dari Antara.

    Bahlil bilang, kendaraan listrik dengan baterai LFP atau lithium iron phosphate tidak menjadi prioritas pemerintah dalam program insentif kendaraan listrik kali ini. Soalnya, Indonesia tidak memiliki bahan baku untuk membuat baterai LFP. Sedangkan bahan baku untuk baterai berbasis nikel melimpah.

    Bahlil mengklaim, mobil listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel lebih unggul dibandingkan dengan baterai LFP. Menurutnya, mobil listrik dengan baterai nikel lebih baik dalam perjalanan panjang.

    "Kalau jarak-jarak pendek itu LFP biasanya, tetapi kalau jarak panjang itu nikel masih lebih paten," ucapnya.

    (dry/rgr)

    2026-08-05 10:20:27 +0000 UTC