Inggris Bakal Tindak Tegas Kasino Ilegal jadi Sponsor Tim Sepak Bola
Liputan6.com, Jakarta - Menteri di Inggris bergegas menindak kasino yang menjadi sponsor klub olahraga Inggris setelah mendapat kritik keterlambatannya telah membuka jalur bagi firma judi ilegal untuk bekerjasama dengan klub Premier Leaque atau liga primer, Everton FC.
Rencana untuk mendepak operator judi tidak berlisensi ini sudah tertunda sejak Februari lalu, saat Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga (DCMS) Inggris menyatakan peninjauan akan dimulai pada musim semi.
Melansir The Guardian, Senin (13/7/2026), konsultasi tersebut akan dilakukan pekan ini.
Namun, kesepakatan sponsor yang diresmikan dalam rentang waktu penundaan ini menuai kekhawatiran dari firma judi berlisensi terbesar di Inggris.
Direktur utama Entain, perusahaan pemilik Ladbrokes, Stella David, mendesak Menteri Perjudian, Baroness Twycross awal Juli lalu untuk bergegas, karena kesepakatan sponsor dengan firma tidak berlisensi “pasti sudah difinalisasi”.
Kekhawatirannya menjadi nyata dalam beberapa minggu, saat Everton FC menyepakati sponsor lengan dengan kasino kripto, Stake.com, mengabaikan arahan Komisi Perjudian yang menekan klub untuk berpikir dua kali sebelum membuat perjanjian serupa.
Sumber senior industri mendesak penggemar Everton dan kritik industri perjudian, Andy Burnham, untuk mengecam kesepakatan tersebut.
“Burnham menjadi anti perjudian garis keras saat ia menjabat sebagai walikota Manchester, tapi klub sepakbolanya sendiri mendapat uang dari perusahaan judi tak terdaftar,” ujarnya.
“Kita menghadapi kemungkinan perdana menteri kita mengenakan jersey Everton dan menjadi papan iklan untuk kasino kripto, dan itu tidak masuk akal. Ia harus mengecam kesepakatan Everton secara tegas," ia menambahkan.
Tahun lalu, Stake telah menyerahkan izin operasinya di Inggris di tengah proses peninjauan regulasi praktek.
Selang beberapa hari, Komisi Perjudian memperingati tim olahraga mereka dan pimpinan mereka dapat dituntut jika didapati mempromosikan bisnis judi yang tak berlisensi yang bertransaksi dengan konsumen Inggris. Stake menyatakan bahwa mereka tidak melayani judi di Inggris.
Namun, hukum yang berlaku tidak melarang kasino seperti Stake dari mensponsori klub Inggris. Konsultasi pemerintah akan meminta masukan ahli untuk menutup celah hukum tersebut.