asiawebawards.com
  • 2026-07-17 16:06:00 +0000 UTC

    Jul 17, 2026

    Indonesia Resmi Punya Radar GCI Pertama, Jangkauan Deteksi Capai 515 Kilometer

    Jum'at, 17 Juli 2026, 23:06 WIB

    Warta Ekonomi, Jakarta -

    PT Len Industri (Persero) memperkenalkan implementasi teknologi Radar Ground Control Interception (GCI) generasi terbaru yang dipasang di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sistem ini menjadi radar GCI pertama di Indonesia dengan kemampuan mendeteksi objek hingga radius 515 kilometer.

    Radar tersebut dirancang untuk memperkuat pengawasan ruang udara strategis sekaligus mendukung pengendalian operasi pertahanan udara nasional secara real-time.

    Dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jumat, PT Len Industri menyebut radar ini memiliki desain dengan mobilitas tinggi karena menggunakan konfigurasi ISO Container 20 kaki serta mendukung kemampuan fast deployment atau gelar cepat sehingga dapat dipindahkan dan dioperasikan secara lebih fleksibel.

    Kemampuan radar turut didukung teknologi stacked beam yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pelacakan berbagai objek udara dalam beragam kondisi cuaca. Sistem ini juga memiliki pembaruan data setiap enam detik serta kemampuan fast time to target guna mempercepat proses identifikasi sasaran dan mendukung pengambilan keputusan operasional.

    Keunggulan teknologi tersebut diperlihatkan langsung oleh jajaran direksi PT Len Industri kepada PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dalam kunjungan kerja ke lokasi pemasangan radar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

    Baca Juga: Mulai Melawan Lagi, Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain

    PT Len Industri menjelaskan, pembangunan sistem radar ini melibatkan kolaborasi teknisi perusahaan dari berbagai bidang keahlian, mulai dari teknik sipil, elektro, radio frequency (RF), jaringan, perangkat lunak, hingga mekanik. Tim tersebut menangani seluruh proses mulai dari instalasi hingga pengujian akhir.

    Dalam operasionalnya, data hasil pemantauan Radar GCI terhubung secara terintegrasi dengan sistem komando pertahanan udara TNI Angkatan Udara (TNI AU). Integrasi tersebut memungkinkan informasi mengenai potensi ancaman di ruang udara nasional diteruskan secara cepat untuk mendukung pelaksanaan operasi pertahanan udara.

    Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

    Penulis: Amry Nur Hidayat
    Editor: Amry Nur Hidayat

    2026-07-17 16:06:00 +0000 UTC