asiawebawards.com
  • 2026-08-09 01:42:42 +0000 UTC

    Aug 09, 2026

    Indonesia Kebagian Ferrari 849 Testarossa, Supercar Hybrid dengan Nama Legendaris

    Jakarta -

    Ferrari membawa salah satu nama paling ikonik dalam sejarahnya kembali ke jalan raya.

    Setelah absen selama lebih dari empat dekade, nama Testarossa kini hidup lagi lewat Ferrari 849 Testarossa, sebuah supercar plug-in hybrid yang juga menjadi penerus SF90 Stradale dalam lini produk pabrikan asal Maranello tersebut.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ferrari 849 TestarossaFerrari 849 Testarossa Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

    Menariknya, Ferrari tidak sembarangan memilih nama Testarossa. Nama tersebut memiliki sejarah panjang yang membentang hampir 70 tahun dan identik dengan sejumlah model paling legendaris yang pernah dibuat pabrikan berlogo Kuda Jingkrak itu.

    Nama Testa Rossa pertama kali digunakan pada mobil balap Ferrari 500 TR yang meluncur pada 1956.

    Sebutan itu merujuk pada warna merah pada penutup kepala silinder mesin. Seiring waktu, nama tersebut semakin dikenal dunia setelah digunakan pada Ferrari Testarossa yang meluncur pada 1984 dan menjadi salah satu mobil sport paling ikonik dari era 1980-an.

    Kini, nama legendaris itu disematkan pada Ferrari 849 Testarossa. Mobil ini bukan sekadar penerus SF90 Stradale, tetapi juga menjadi berlinetta plug-in hybrid bermesin V8 twin-turbo dengan tiga motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan hingga 1.050 cv atau sekitar 1.036 dk. Angka tersebut meningkat 50 cv dibandingkan pendahulunya.

    Jantung pacunya adalah mesin V8 twin-turbo 3.990 cc yang telah direvisi total. Mesin tersebut kini menghasilkan tenaga 830 cv, dipadukan tiga motor listrik yang menyumbang tambahan 220 cv.

    Ferrari 849 TestarossaFerrari 849 Testarossa Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

    Ferrari juga menyematkan sistem penggerak empat roda elektrik (e4WD), sehingga performanya tetap optimal di berbagai kondisi.

    Bicara performa, Ferrari mengklaim 849 Testarossa mampu melesat dari posisi diam hingga 100 km/jam dalam waktu kurang dari 2,3 detik.

    Kecepatan maksimumnya tembus lebih dari 330 km/jam. Dalam mode listrik murni (eDrive), mobil ini juga masih bisa menempuh jarak hingga 25 km berkat baterai berkapasitas 7,45 kWh.

    Tak hanya mengejar tenaga, Ferrari juga mengembangkan berbagai teknologi baru pada mobil ini.

    Mulai dari sistem ABS Evo, Ferrari Integrated Vehicle Estimator (FIVE) yang berfungsi sebagai "digital twin" untuk meningkatkan presisi kontrol kendaraan, hingga peningkatan aerodinamika yang menghasilkan gaya tekan (downforce) 415 kg pada kecepatan 250 km/jam, lebih besar dibanding SF90 Stradale.

    Ferrari 849 TestarossaFerrari 849 Testarossa Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

    Dari sisi desain, Ferrari mengaku mengambil inspirasi dari mobil-mobil balap prototipe era 1970-an seperti 512 S dan 512 M.

    Hasilnya adalah tampilan yang tetap futuristis, tetapi masih mempertahankan DNA Ferrari klasik. Desain twin-tail di bagian belakang, spoiler aktif, hingga siluet kabin yang terdorong ke depan menjadi ciri khas baru 849 Testarossa.

    Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut kebagian Ferrari 849 Testarossa.

    PT Eurokars Prima Utama (EPU) selaku distributor resmi Ferrari di Indonesia telah memperkenalkan supercar hybrid terbaru tersebut kepada konsumen domestik. Kehadirannya menarik perhatian bukan semata karena performanya yang mencapai 1.050 cv, melainkan karena Ferrari kembali menghidupkan nama Testarossa, salah satu nama paling legendaris dalam sejarah merek asal Italia itu.

    Soal harga, seperti biasa PT EPU tidak mengumumkan banderol resmi Ferrari 849 Testarossa di Indonesia. Namun mobil ini diposisikan sebagai penerus SF90 Stradale sekaligus model plug-in hybrid flagship Ferrari saat ini. Dengan posisi tersebut, harga jualnya diperkirakan akan berada di level yang sangat tinggi, bahkan berpotensi melampaui SF90 Stradale.

    (mhg/rgr)

    2026-08-09 01:42:42 +0000 UTC