Jakarta -
Pertengkaran antara keluarga yang datang ke kedai kopi dengan sang pemilik mencuri perhatian. Dalam videonya yang viral, pertengkaran tersebut diduga gegara sebotol air minum.
Setiap restoran atau kedai punya peraturan masing-masing. Salah satu yang paling banyak diterapkan ialah larangan untuk membawa makanan atau minuman dari luar.
Namun seringkali pelanggan masih membawa makanan atau minuman. Kesalahpahaman antara pelanggan dan pemilik kedai pun sulit terelakkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Stomp (1/9/2026), sebuah kedai kopi di Singapura menjadi sorotan setelah videonya viral. Kabarnya terjadi pertengkaran di kedai kopi di kawasan Sembawang Road tersebut.
Datang membawa sebotol air minum, sebuah keluarga berujung ribut dengan pemilik kedai. Foto: Stomp
Masalah bermula ketika sebuah keluarga beranggotakan tiga orang duduk di kedai kopi Chong Pang. Mereka disebut memperdebatkan aturan soal membawa botol air minum dari luar.
Dalam video berdurasi sekitar tiga menit, seorang pria muda terlihat bersama kedua orang tuanya. Mereka mempertanyakan alasan botol air minum tidak boleh diletakkan di atas meja.
Pemilik gerai minuman kemudian menjelaskan bahwa larangan tersebut merupakan aturan kedai kopi. Pemilik gerai mengatakan botol tersebut boleh diletakkan di kursi.
Keluarga tersebut tetap mempertanyakan aturan itu. Mereka beranggapan kursi seharusnya digunakan untuk duduk, sedangkan botol air minum lebih wajar diletakkan di atas meja.
Kedua belah pihak punya penjelasan yang berbeda, sampai-sampai polisi turun tangan untuk investigasi. Foto: Stomp
Pemilik gerai disebut tetap akan memindahkan botol jika kembali diletakkan di atas meja. Dalam video, ayah dari keluarga tersebut terdengar melontarkan sebutan bernada menghina kepada pemilik gerai.
"Mengapa kamu tetap melakukan hal ini? Saya sudah memberitahu kalian baik-baik," ujar pemilik kedai.
Video perselisihan itu kemudian menyebar luas di media sosial. Di Facebook, video tersebut telah ditonton lebih dari 579.000 kali dan mendapat ribuan komentar.
Namun, keluarga tersebut kemudian memberikan versi berbeda mengenai kejadian itu. Pria muda dalam video yang bernama Brandon mengatakan rekaman yang beredar tidak memperlihatkan keseluruhan kejadian.
Melalui unggahan Instagram pada 31 Agustus, Brandon mengklaim botol air milik keluarganya telah dilempar keluar kedai sebanyak dua kali. Ia juga mengklaim pemilik gerai sempat menantang ayahnya untuk berkelahi di gang belakang.
Hingga kini, kejadian tersebut bahkan masih dalam investigasi polisi. Pihak keluarga yang tak terima dengan perlakuan pemilik kedai, berusaha meluruskan insiden tersebut sesuai dengan kejadian aslinya.
(dfl/adr)