Gus Yahya, Menag Nasaruddin hingga Keponakan Ma'ruf Amin Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU
AKURAT.CO Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 NU semakin menghangat. Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai kandidat yang berpotensi maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan beberapa tokoh yang saat ini masuk dalam bursa calon ketua umum. Di antaranya Ketua Umum PBNU petahana Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Menteri Agama Nasaruddin Umar, KH Zulfa Mustofa, KH Yusuf Chudlori, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), serta KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), yang saat ini menjabat Ketua PWNU Jawa Timur.
"Sudah banyak nama yang disebut-sebut, di antaranya Kiai Zulfa Mustofa, Gus Yusuf Chudlori, Gus Salam Shohib, Gus Kikin, Prof Nasaruddin Umar, termasuk tentu Gus Yahya," ujar Gus Ipul di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Gus Ipul: Wacana Regenerasi Ketua Umum PBNU Baik Didiskusikan Jelang Muktamar
Menurut Gus Ipul, banyaknya nama yang muncul menunjukkan Nahdlatul Ulama memiliki kader-kader yang layak memimpin organisasi. Ia menegaskan seluruh kader memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses pencalonan sesuai mekanisme yang ditetapkan dalam muktamar.
"Siapa pun boleh maju. Nahdlatul Ulama tidak kekurangan kader untuk menjadi ketua umum pada masa yang akan datang," katanya.
Meski sejumlah nama telah mencuat ke publik, Gus Ipul menegaskan fokus PBNU saat ini adalah menyelesaikan seluruh persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU agar berjalan lancar dan kondusif.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Penetapan lokasi tersebut telah disahkan melalui rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU.
Menurut Gus Ipul, penetapan waktu dan lokasi muktamar menjadi momentum penting setelah berbagai dinamika internal organisasi dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta muktamar menyukseskan forum tertinggi NU tersebut dengan semangat persatuan.
Baca Juga: Selain Gus Yahya, Sejumlah Tokoh Mulai Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU
Selain memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, Muktamar ke-35 NU juga akan membahas berbagai agenda strategis organisasi, termasuk penguatan kaderisasi, tata kelola kelembagaan, serta arah kebijakan Nahdlatul Ulama dalam lima tahun mendatang.