Formas Ajak Publik Uji Ketahanan Ekonomi Indonesia
Liputan6.com, Jakarta - Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) bersama Universitas Tarumanegara (Untar) menggelar diskusi nasional bertajuk "Menguji Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Turbulensi Global: Tahan Banting atau Rentan?" di Auditorium Kampus I Untar, Grogol, Jakarta Barat, Jumat (17/7/2026).
Diskusi menghadirkan sejumlah ekonom untuk mengulas daya tahan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global serta memberikan rekomendasi bagi para pengambil kebijakan.
Ketua Umum Formas Yohanes Handojo Budhsedjati mengatakan forum tersebut digelar sebagai respons atas meningkatnya tantangan ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
"Forum dialog ini digagas untuk merespons tantangan dan dinamika ekonomi nasional yang saat ini dalam fase ketidakstabilan ekonomi (economic instability) atau ketidakpastian ekonomi (economic uncertainty). Forum ilmiah ini menjadi wadah strategis untuk mengulas sejauh mana daya tahan perekonomian Indonesia menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik dunia yang terus berkembang," ujar Handojo.
Menurut Handojo, para narasumber yang dihadirkan merupakan ekonom dari berbagai lembaga yang diharapkan mampu memberikan analisis objektif berbasis data sekaligus menjadi masukan bagi para pemangku kebijakan.
Ia menilai pesimisme terhadap kondisi ekonomi Indonesia belakangan semakin banyak muncul di ruang publik. Karena itu, diperlukan ruang diskusi untuk melihat persoalan secara utuh dan mencari solusi bersama.
"Karena banyak sekali yang kita baca masih pesimistis, bahwa Indonesia sekarang sedang dalam masalah karena adanya geopolitik, perang, dan sebagainya, benar. Lalu bahwa di Indonesia sekarang masih terjadi banyak capital outflow, sehingga dolar naik, IHSG turun, benar," katanya.
"Tapi semua itu mari kita lihat benang merahnya. Artinya kita benar-benar melihat segala sesuatu itu secara integral. Kita harus ingat bahwa segala sesuatu itu jangan kemudian menjadi oposisi untuk kebijakan-kebijakan pemerintah. Kita ingin ketika ada masalah, ayo kita kolaborasi, ayo kita kerja sama bagaimana meningkatkan ini (ekonomi Indonesia). Itu yang kita harapkan," lanjutnya.