Festival UMKM perluas akses pasar produk orang asli Papua di wilayah pegunungan
Festival UMKM perluas akses pasar produk orang asli Papua di wilayah pegunungan
Sabtu, 11 Juli 2026 07:46 WIB
Kepala DPMPTSP Papua Pegunungan Suryani Yigibalom saat diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan terkait penyelenggaraan Festival UMKM tahun 2026. ANTARA/Yudhi Efendi.
Wamena (ANTARA) - Festival UMKM Papua Pegunungan memperluas akses pasar bagi 52 pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) orang asli Papua (OAP) di Kabupaten Jayawijaya sehingga mereka mampu meningkatkan pendapatan dan mendorong hilirisasi produk unggulan daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Papua Pegunungan Suryani Yigibalom di Wamena, Jumat, mengatakan pengusaha UMKM memperoleh ruang untuk memasarkan hasil bumi dan produk kerajinan melalui Festival UMKM Papua Pegunungan yang berlangsung pada 9-10 Juli 2026.
“Kami memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM orang asli Papua yang mengambil bagian dalam Festival UMKM 2026 di Jayawijaya. Kami berharap dukungan ini membawa perubahan terhadap peningkatan ekonomi mereka,” katanya.
Menurut dia, pembukaan akses pemasaran menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengatasi keterisolasian ekonomi sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat lokal.
Upaya tersebut melibatkan sinergi tiga unsur utama pembangunan Papua Pegunungan, yakni adat, gereja, dan pemerintah, untuk mendorong masyarakat semakin produktif serta mampu mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Suryani mengatakan Festival UMKM tidak hanya diarahkan sebagai ruang promosi produk, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pengusaha UMKM, investor, dan masyarakat dalam membangun ekosistem usaha daerah.
“Kami berharap festival ini menjadi wadah kolaborasi dan inovasi untuk memperkuat UMKM, memperluas pasar, dan menarik investor ke Papua Pegunungan menuju masyarakat sejahtera,” ujarnya.
DPMPTSP Papua Pegunungan, kata dia, mengambil peran dalam mendorong transformasi ekonomi dan peningkatan investasi daerah, sementara organisasi perangkat daerah lainnya memberikan dukungan berdasarkan sektor masing-masing.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat pengolahan produk unggulan sehingga hasil bumi dan kerajinan masyarakat tidak berhenti pada penjualan produk primer, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan memiliki pasar lebih luas.
Menurut Suryani, penguatan UMKM lokal juga menjadi bagian penting dalam membangun pertumbuhan ekonomi Papua Pegunungan yang lebih maju dan berdaya saing.
Festival UMKM 2026 merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan pada masa kepemimpinan definitif gubernur dan wakil gubernur Papua Pegunungan serta menjadi bagian dari implementasi visi pembangunan daerah.
“Festival UMKM merupakan implementasi visi dan misi gubernur dan wakil gubernur Papua Pegunungan untuk mewujudkan provinsi yang berdaya saing, religius, sinergis, inovatif, nyaman, aman, dan rahaja dengan ditopang komponen adat, gereja, dan pemerintah,” katanya.
Ke depan, DPMPTSP menargetkan ruang pemasaran dan kolaborasi UMKM tersebut dapat menjangkau pengusaha dari seluruh delapan kabupaten di Papua Pegunungan dengan membawa produk dan potensi unggulan masing-masing daerah.
“Kami berharap Festival UMKM tahun ini dan tahun mendatang dapat dihadiri seluruh pelaku UMKM dari delapan kabupaten dengan membawa keunggulan potensi daerah masing-masing dari berbagai sektor,” ujar Suryani.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026