Fadli Zon Diberi Gelar Kehormatan Adat Muna atas Penetapan Lukisan Cadas Tertua di Dunia
Bagikan:
JAKARTA – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menerima gelar kehormatan Adat Muna Sangia Tialno Lia Mentaduno dari Lembaga Adat Muna dan para tokoh adat di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas penetapan lukisan cadas di Liang Metanduno, Goa Liangkabori, sebagai lukisan cadas tertua di dunia.
Ketua Lembaga Adat Muna, La Ode Muhammad Ruslan, mengatakan pemberian gelar tersebut merupakan penghormatan kepada Fadli Zon yang menjabat sebagai Menteri Kebudayaan saat pengakuan internasional terhadap situs prasejarah itu ditetapkan.
"Atas nama lembaga adat Muna dan tokoh-tokoh adat Muna, tokoh agama, dengan dukungan Bapak Bupati Muna Bahrun, hari ini 11 Juni 2026, memberikan gelar kehormatan adat kepada Bapak Prof. Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dengan gelar kehormatan adat Sangia Tilano Lia Mentaduno," kata Muhammad Ruslan saat memberikan gelar adat kehormatan kepada Menbud RI Fadli Zon, seperti dikutip ANTARA.
BACA JUGA:
Ia berharap penganugerahan gelar adat tersebut dapat mempererat hubungan antara Menteri Kebudayaan dengan masyarakat Muna, baik yang berada di daerah maupun di berbagai wilayah Indonesia.
"Semoga dengan gelar kehormatan ini senantiasa mendapatkan Ridho dari Allah SWT, dan yang paling penting adalah mempererat hubungan silaturahim antara Bapak Menteri dengan masyarakat Muna di mana saja berada," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Ruslan juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka serta Bupati Muna Bachrun atas dukungan terhadap pelestarian situs budaya yang kini mendapat pengakuan dunia.
"Di mana Liang Metanduno (lokasi lukisan) yang mendunia, tertua dengan usia 67.800 tahun terwujud di era kepemimpinan Bapak Menteri Kebudayaan Fadli Zon, terwujud di era kepemimpinan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, dan terwujud di era kepimpinan Bupati Muna Bachrun," jelas Muhammad Ruslan.
Pemberian gelar kehormatan tersebut berlangsung saat Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Muna sekaligus membuka Festival Liangkabori Sulawesi Tenggara.
Gelar adat Sangia Tilano Lia Metanduno merupakan salah satu gelar kebangsawanan sakral dalam tradisi Kerajaan Muna. Gelar tersebut memiliki makna sebagai pemimpin pelindung yang bercahaya, bijaksana, serta menjadi teladan bagi masyarakat.
Dalam filosofi adat Muna, kata Sangia merujuk pada sosok pemimpin yang dihormati karena kebijaksanaannya. Sementara Tilano Lia dimaknai sebagai cahaya yang memancar dari dalam gua, sedangkan Metanduno merujuk pada Liang Metanduno, situs bersejarah di Kabupaten Muna yang menjadi simbol kekuatan, perlindungan, dan jejak peradaban masa lampau.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+