ESDM Beri Penugasan Batu Bara 212 Juta Ton untuk Amankan Pasokan PLN - Energi Katadata.co.id
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penugasan kepada badan usaha pertambangan batu bara yang telah memiliki rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) dengan total volume 212 juta metrik ton untuk PLN. Dari jumlah tersebut angka kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta metrik ton sepanjang tahun ini.
Penugasan tersebut merupakan pelaksanaan kewajiban pemenuhan kebutuhan batubara dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO), baik untuk sektor kelistrikan maupun non kelistrikan.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno mengatakan penugasan tersebut merupakan langkah pemerintah untuk memastikan kecukupan dan keberlanjutan pasokan batu bara bagi PLTU PLN.
"Untuk memenuhi kebutuhan PLN sebesar 154 juta metrik ton, kami telah memberikan penugasan kepada badan usaha pertambangan dengan total volume 212 juta metrik ton," kata Tri dalam siaran pers, dikutip Senin (13/7).
Dia menyebut sebanyak 144 juta metrik ton penugasan telah dikontrakkan, dengan perkiraan realisasi pengiriman mencapai 130,5 juta metrik ton per Mei 2026. PLN harus mempercepat proses kontrak agar batu bara bisa segera dikirim ke PLTU.
Tri menyampaikan Ditjen Minerba terus berkoordinasi dengan PLN EPI dan badan usaha pertambangan untuk memastikan pasokan batubara ke PLTU tepat waktu, sesuai volume, dan memenuhi spesifikasi.
"Pemerintah terus memastikan agar kebutuhan batubara PLN pada semester II 2026 dapat dipenuhi sesuai jadwal dan spesifikasi pembangkit,” ujarnya.
Tambahan Pasokan Batu Bara PLN
PT PLN (Persero) menyebut telah mendapatkan alokasi tambahan pasokan batu bara kalori 4.500 GAR atau medium untuk PLTU dengan total 16,8 juta ton hingga Desember 2026. Dia juga mengklaim sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir sejak 21 Juni 2026.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan tambahan pasokan ini dialokasikan khusus dari Kementerian ESDM untuk PLN, untuk mengatasi masalah pemadaman bergilir yang terjadi beberapa waktu lalu. Tambahan pasokan ini di luar dari jumlah alokasi DMO yang sudah ditetapkan sebelumnya.
“(Jumlahnya) 1,8 juta ton untuk suplai Juli, dan 3 juta ton per bulan dari Agustus hingga Desember,” kata Darmawan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7).
Dia menyebut dengan jumlah pasokan ini maka sistem kelistrikan memiliki tambahan daya mampu pasok sebesar 5 gigawatt (GW) di atas 35,9 GW.
“Ini tentu saja membuat sistem di Jawa yang tadinya memang kami mengakui ada pemadaman bergilir, ini sistemnya langsung meningkat menjadi jauh lebih andal,” ujarnya.
PLN mengakui sempat terjadi penurunan produksi batu bara nasional, khususnya yang memiliki jenis kalori tinggi. Saat ini produksi batu bara Indonesia didominasi oleh batu bara kalori rendah.
“Dengan adanya (tambahan pasokan) kendala penyediaan energi listrik yakni pemadaman bergilir yang sempat terjadi bisa diselesaikan dengan baik,” ucapnya.