Ekonom UMY: UMKM jadi tumpuan serapan tenaga kerja
Ekonom UMY: UMKM jadi tumpuan serapan tenaga kerja
Selasa, 14 Juli 2026 05:31 WIB
Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Imamudin Yuliadi. ANTARA/HO-Humas UMY
Yogyakarta (ANTARA) - Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Imamudin Yuliadi menilai sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi tumpuan strategis bagi Indonesia untuk terus menciptakan peluang kerja baru di tengah perlambatan sektor formal.
Prof. Imamudin di Yogyakarta, Senin, mengatakan hal itu dilatarbelakangi penurunan optimisme masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja pada Juni 2026 lebih didorong oleh persepsi negatif akibat ketidakpastian ekonomi global dan domestik.
"Peluang menciptakan lapangan kerja masih sangat terbuka melalui sektor UMKM. Sektor ini memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi dan terbukti resilien, asalkan didukung oleh regulasi yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk terus mengembangkan bisnisnya," kata Prof. Imamudin.
Menurutnya, hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan penurunan optimisme masyarakat terhadap lapangan kerja pada Juni 2026 merupakan cerminan dari meningkatnya kehati-hatian masyarakat. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perlambatan aktivitas dunia usaha, fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor, hingga tekanan inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Baca juga: Pemkab Bantul mediasi selisih hubungan karyawan dengan manajemen RSU
Ia menjelaskan bahwa masyarakat masih cenderung memandang lapangan kerja dari sisi formal. Ketika perusahaan-perusahaan besar melakukan efisiensi atau PHK akibat tekanan biaya operasional, masyarakat secara psikologis merasa peluang kerja semakin sempit.
"Kalau perusahaan yang sudah berjalan saja harus melakukan PHK karena tekanan ekonomi, tentu masyarakat akan bertanya bagaimana peluang rekrutmen bagi pencari kerja baru. Persepsi seperti itulah yang berkembang sehingga optimisme terhadap lapangan kerja menjadi menurun," jelasnya.
Namun, di tengah tantangan tersebut, Prof. Imam menegaskan bahwa UMKM bersama sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk menjadi mesin penggerak penyerapan tenaga kerja. Jika program-program strategis pemerintah di sektor ini dijalankan secara konsisten dengan tata kelola yang baik, maka ketergantungan masyarakat terhadap lapangan kerja formal dapat tereduksi.
"Yang diperlukan saat ini adalah regulasi yang mampu memberikan kepastian dan optimisme bagi pelaku UMKM untuk berinovasi. Dengan ekosistem yang sehat, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu melakukan ekspansi yang otomatis membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat," tambahnya.
Baca juga: Pengamat apresiasi respons cepat DPR dan Menaker soal isu PHK TikTok
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memfasilitasi akses pasar, pembiayaan, serta pendampingan bagi pelaku UMKM agar skala usaha mereka dapat meningkat. Dengan memperkuat basis ekonomi kerakyatan, Indonesia dinilai akan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan global.
"UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Fokus pada penguatan sektor ini akan memberikan solusi nyata bagi tantangan ketenagakerjaan yang saat ini sedang kita hadapi," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026