Dua Wakil Indonesia Siap Tampil di Gothia Cup 2026, Bawa Harapan Sepakbola Usia Muda ke Swedia
Prosesi pelepasan tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan kedua tim menuju Swedia setelah sukses menjuarai Meet The World with SKF Road to Gothia Cup Indonesia 2026. Turnamen tersebut menjadi jalur seleksi resmi untuk menentukan wakil Indonesia di Gothia Cup.
Program Meet The World with SKF merupakan bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) SKF yang tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pembinaan karakter pemain muda.
Nilai sportivitas, kepemimpinan, kerja sama tim, fair play, hingga persahabatan lintas budaya menjadi bagian dari proses yang ditanamkan kepada para peserta.
Keberangkatan dua tim tersebut juga mencerminkan kolaborasi antara pemerintah, PSSI, sektor swasta, penyelenggara kompetisi, dan pelatih dalam membuka kesempatan bagi talenta muda Indonesia memperoleh pengalaman bertanding di level internasional.
Managing Director PT Armada Cipta Lestari (Cantrik ACL), Chandra Syahriar, menjelaskan bahwa proses seleksi menuju Gothia Cup berlangsung cukup panjang hingga akhirnya terpilih dua tim terbaik.
https://akurat.co/sportainment/789498/empat-pemain-all-stars-lengkapi-skuad-sdn-srengseng-01-yang-akan-dikirim-skf-ke-gothia-cup-2025
"Untuk tahun ini ada dua kategori yang mewakili Indonesia, U-13 boys dan U-15 girls. Dari gelaran Meet The World With SKF Road to Gothia Cup 2026 yang digelar di kandang Persita Tangerang, ada Akademi Persib Cimahi (APC) U-13 dan Putri Tangsel City U-15," kata Chandra.
"Kami berharap dengan kolaborasi bersama SKF, bisa mendapatkan bibit bagus untuk sepakbola Indonesia dan diharapkan bisa berprestasi dengan baik di level nasional maupun internasional."
Komitmen terhadap pembinaan pemain muda juga ditegaskan oleh Managing Director PT SKF Industrial Indonesia, Anton Bangun. Menurutnya, investasi terhadap olahraga usia dini merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi penerus bangsa.
"Sebentar lagi kalian akan bertanding di panggung dunia menghadapi para pemuda lainnya di belahan dunia. Ini menjadi kesempatan emas menunjukkan karakter, budaya, dan olahraga Indonesia di mata dunia," ujar Anton.
"SKF memberikan komitmen memberdayakan potensi-potensi anak-anak muda. SKF tahu betul olahraga memiliki karakter membangun kepercayaan diri untuk menjadi pemimpin masa depan."
Dukungan serupa disampaikan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga. Ia menilai kesempatan tampil di Gothia Cup menjadi bagian penting dari proses pembinaan pemain muda Indonesia.
"Ini sangat bagus ya untuk pembinaan usia dini di Indonesia. Kita perlu membangun pembinaan usia dini yang bekerja sama dari sektor pemerintah dan swasta. Tentu PSSI mengapresiasi SKF yang menjadi pelopor untuk mengikutsertakan Indonesia di ajang Gothia Cup," kata Arya.
Sementara itu, Plt Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Dr Budi Ariyanto Muslim, SPd, MPd, berharap pengalaman di Swedia dapat menjadi bekal berharga bagi para pemain sekaligus membawa nama baik Indonesia.
"Kami sangat mendukung wakil Indonesia ke Gothia Cup 2026. Kita harus percaya proses yang sedang dibangun Pemerintah dan PSSI dalam membangun sepakbola Indonesia, salah satunya lewat pembinaan usia dini," ujar Budi.
"Sekarang, ada anak-anak muda yang bergairah, punya niat, dan mimpi mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia. Semoga wakil Indonesia terus ada ke depannya di Gothia Cup, dan kami dapat berperan lebih aktif lagi nantinya."
Acara pelepasan juga dihadiri dua alumni Gothia Cup yang berbagi pengalaman kepada para pemain. Kapten Akademi Persib Cimahi, Ochang, yang membawa timnya menjadi juara Gothia Cup 2025 sekaligus meraih gelar Most Valuable Player (MVP) kategori U-13, mengingatkan pentingnya persiapan dan mental bertanding.
"Persiapan sangat matang dengan latihan yang intens. Harapan bisa mempertahankan gelar juara. Pesan untuk para pemain, terus semangat agar kita pertahankan gelar kemarin," kata Ochang.
Hal senada disampaikan Algi Fahri yang juga pernah mengantarkan APC menjadi juara Gothia Cup. Ia menekankan pentingnya disiplin, kekompakan, serta menikmati pengalaman bertanding di luar negeri.
"Sangat bangga bisa mewakili Indonesia di dunia. Melihat dan belajar budaya negara lainnya. Kunci keberhasilan menjadi juara kemarin adalah mengikuti instruksi pelatih, menjaga kekompakan dan komunikasi yang baik," ujar Algi.
Ia pun mengenang momen ketika timnya memastikan gelar juara di Swedia.
"Momen yang tidak bisa saya lupakan adalah ketika mendengar peluit panjang di Swedia, tim saya dinyatakan pemenang. Kerja tim saya, doa, dan disiplin akhirnya terbayarkan," tuturnya.
Sebagai penutup, prosesi simbolis penyerahan jaket dan topi kepada perwakilan Tangsel City U-15 serta Akademi Persib Cimahi U-13 dilakukan oleh perwakilan Kemenpora dan PSSI.
Momen tersebut menandai dimulainya perjuangan dua wakil Indonesia untuk bersaing di Gothia Cup 2026 sekaligus membawa harapan lahirnya generasi pesepakbola muda yang mampu berprestasi di panggung dunia.